comscore

Waduh! Rupiah Kian Terperosok, Ditutup Rp14.682/USD

Husen Miftahudin - 13 Juni 2022 16:01 WIB
Waduh! Rupiah Kian Terperosok, Ditutup Rp14.682/USD
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Jakarta: Nilai tukar rupiah semakin terperosok imbas terus menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) karena data inflasi AS yang panas dan bank sentral global yang akan menaikkan suku bunga acuan.

"Kondisi tersebut mendorong imbal hasil Treasury AS 10-tahun yang juga naik ke level tertinggi sejak 9 Mei," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya, Senin, 13 Juni 2022.
Data inflasi AS menunjukkan indeks harga konsumen mengalami kenaikan sebesar 8,6 persen (yoy) pada Mei 2022, tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Kondisi ini menambah kekhawatiran para investor tentang resesi yang disebabkan oleh pengetatan kebijakan moneter dari Federal Reserve.

Upaya bank sentral untuk menaikkan suku bunga untuk mengurangi inflasi akan tetap menjadi fokus minggu ini. Federal Reserve dan Bank of England diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mereka, dan ada kemungkinan Swiss National Bank juga akan melakukan hal yang serupa tetapi sedikit terjadi perubahan seperti yang diharapkan dari Bank of Japan.

"Menambah kekhawatiran investor tentang penurunan ekonomi, Beijing mengumumkan pada hari minggu ketiga putaran pengujian massal karena melihat wabah covid-19 baru," terangnya.

Dari domestik, pemerintah mengklaim bahwa Indonesia masih dapat mengendalikan inflasi di saat sejumlah negara lain mengalami lonjakan harga barang dan jasa karena ketidakpastian global. Meskipun saat ini memang terjadi kenaikan sedikit, namun masih bisa dikendalikan dengan baik.

Indonesia disebut tidak seperti negara maju lainnya, seperti Amerika Serikat yang saat ini inflasinya telah mencapai 8,6 persen (qtq) pada Mei 2022. Sedangkan di Indonesia berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi masih tercatat 3,5 persen (yoy) hingga Mei 2022.

"Oleh karena itu, dalam kondisi saat ini semua pihak harus peka terhadap krisis, dan jangan sampai merasa kondisi normal sehingga mengurangi kewaspadaan," tegas Ibrahim.

Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.682 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah sebanyak 129 poin atau setara 0,89 persen dari posisi Rp14.553 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp14.678 per USD. Rupiah melemah signifikan sebanyak 113 poin atau setara 0,77 persen dari Rp14.565 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp14.672 per USD atau turun 103 poin dari perdagangan di hari sebelumnya sebesar Rp14.569 per USD.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.670 per USD sampai Rp14.730 per USD," pungkas Ibrahim.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id