comscore

Pembukaan Perdagangan: Rupiah Merekah di Rp14.651/USD

Angga Bratadharma - 25 Mei 2022 09:29 WIB
Pembukaan Perdagangan: Rupiah Merekah di Rp14.651/USD
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau menguat ketimbang penutupan perdagangan di hari sebelumnya di posisi Rp14.661 per USD. Mata uang Garuda mampu meredam keperkasaan mata uang Paman Sam usai Bank Indonesia (BI) mempertahankan tingkat suku bunga utama.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 25 Mei 2022, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat di level Rp14.651. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.645 hingga Rp14.653 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.601 per USD.
Sementara itu, indeks dolar AS jatuh mencapai level terendah hampir satu bulan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Hal itu setelah Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan suku bunga zona euro kemungkinan berada di wilayah positif pada akhir kuartal ketiga, memberikan euro sebuah dorongan.

Komentar Lagarde menyiratkan peningkatan setidaknya 50 basis poin pada suku bunga simpanan ECB dan memicu spekulasi kenaikan yang lebih besar musim panas ini untuk melawan lonjakan inflasi terkait kenaikan harga energi, yang disebabkan perang di Ukraina dan stimulus sektor publik besar-besaran setelah dimulainya pandemi virus corona.

Terlambat dalam pesta

Euro naik 0,42 persen pada 1,07355 dolar. Selama tujuh sesi perdagangan terakhir, mata uang tunggal telah rebound 3,7 persen setelah jatuh ke level terendah sejak Januari 2017, di 1,0349 dolar, awal bulan ini. "Mereka sedikit terlambat dalam pesta, dibandingkan dengan The Fed," kata Wakil Presiden Urusan dan Perdagangan Monex USA John Doyle, tentang ECB.

"Tetapi jika Anda akan melihat mereka mencoba mengejar sedikit siklus pengetatan kami di sini, maka perbedaan yang dinikmati dolar antara Fed dan ECB telah sedikit mengencang dan itulah sebabnya Anda telah melihat euro mendapat bantuan dari posisi terendah multi-tahun itu," tambahnya.

Di Amerika Serikat, sebagian besar pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve kemungkinan besar sudah diperkirakan, kata Marshall Gittler, kepala penelitian investasi di BDSwiss. "Perbedaan ekspektasi ini dapat mendorong euro/dolar lebih tinggi lagi selama beberapa sesi berikutnya karena pasar baru saja mulai menilai ulang perbedaan ini," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id