comscore

Bamsoet: Indonesia Harus Bisa Jadi Pemain Utama Industri Halal Dunia!

Antara - 25 Mei 2022 16:18 WIB
Bamsoet: Indonesia Harus Bisa Jadi Pemain Utama Industri Halal Dunia!
Ketua MPR Bambang Soesatyo. Foto: MI/Susanto.
Bogor: Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi industri halal, tapi harus bisa menjadi pemain utama industri halal dunia.
 
"Apalagi, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada Januari lalu juga telah mencanangkan ekosistem Global Halal Hub sebagai Gerakan Nasional Sinergisitas Menuju Indonesia Pusat Produsen Produk Halal Dunia 2024," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Menurut Bamsoet, panggilan akrabnya, laporan State of Global Islamic Economy Report 2020-2021 memprediksi tingkat konsumsi pangan halal dunia naik dari USD1,17 triliun pada 2019 menjadi USD1,38 triliun pada 2024. Sementara, konsumsi mode muslim dan muslimah juga diprediksi akan meningkat dari USD277 miliar menjadi USD311 miliar.
 
"Peningkatan itu tidak hanya terjadi di negara-negara mayoritas penduduk muslim seperti Timur Tengah, juga negara-negara mayoritas non-muslim lainnya, seperti di Eropa. Konsumen non-muslim juga meyakini keberadaan label halal tidak hanya terkait agama, tetapi juga terkait kebersihan dan keamanan produk," katanya.
 
Di sisi lain, menurut Bamsoet, pemberian sertifikat halal secara gratis kepada 10 juta UMKM merupakan wujud kepedulian pemerintahan Presiden Joko Widodo terhadap kemajuan UMKM Indonesia agar bisa menjadi pemain utama dalam industri pasar halal dunia.
 
Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia ini menambahkan produk halal ekonomi syariah dunia antara lain ada enam jenis yaitu makanan, mode, pariwisata, kosmetik dan farmasi, energi baru dan terbarukan, serta keuangan syariah. "Indonesia setidaknya bisa menjadi pemain utama di industri makanan dan mode," katanya.
 
Menurut dia, berdasarkan kajian Bank Indonesia, industri makanan dan mode muslim, bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, pesantren, hingga perusahaan besar.
 
"Industri ini memiliki mata rantai panjang sehingga memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar," katanya.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id