comscore

Kredit Diyakini Tumbuh hingga 9% di 2022, BI: Ayo Perbankan Dorong Terus Pembiayaan!

Husen Miftahudin - 26 Januari 2022 12:41 WIB
Kredit Diyakini Tumbuh hingga 9% di 2022, BI: Ayo Perbankan Dorong Terus Pembiayaan!
Ilustrasi kredit perbankan. Foto : MI.
Jakarta: Bank Indonesia (BI) dalam Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) mematok penyaluran kredit di sepanjang 2022 tumbuh di kisaran tujuh sampai sembilan persen. Karena itu, bank sentral terus mendorong industri perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit.

"Kawan-kawan perbankan, mari kita tingkatkan pembiayaan dan kredit. Prediksi kami bisa tujuh sampai sembilan persen, bahkan Pak Jahja (Presiden Direktur BCA) menyampaikan bisa lebih tinggi, alhamdulillah, terima kasih," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Laporan Transparansi dan Akuntabilitas BI 2021, Rabu, 26 Januari 2022.

 



Perry menekankan peningkatan kredit dan pembiayaan dari perbankan bertujuan untuk mendongkrak pemulihan ekonomi dan dunia usaha dari dampak pandemi covid-19. Menurutnya, hal itu menjadi kekuatan bangsa karena bersatu padu melakukan sinergi dalam kebijakan ekonomi nasional.

"Di situlah kekuatan dari sinergi kita, sinergi kebijakan ekonomi nasional. Satu prasyarat, yaitu vaksinasi. Terima kasih pada pemerintah yang sangat cepat, insyaallah sebentar lagi (vaksin) booster," terangnya.

Dalam Laporan Perekonomian Indonesia itu juga, proyeksi dan target Bank Indonesia bisa terealisasi apabila didukung pembukaan sektor ekonomi, stimulus fiskal dan moneter, pembiayaan, dan reformasi di sektor riil dan sektor keuangan.

"Tentu saja Pak Teten (Menteri Koperasi dan UKM), mari kita terus UMKM kita gerakkan inklusi ekonomi. Tentu saja (dengan dorongan) para asosiasi sistem pembayaran, digitalisasi menjadi kunci untuk itu semua," tegas Perry.

Terkait hal tersebut, Bank Indonesia bersama pemerintah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dan berbagai pihak terus memperkuat sinergi untuk meningkatkan pemulihan ekonomi nasional. Dengan begitu, Perry yakin perekonomian Indonesia pada 2022 akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Untuk mendukungnya, kebijakan moneter bank sentral diarahkan untuk lebih menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi. Apalagi BI juga telah 'memasang kuda-kuda' dengan kebijakan lain seperti makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar, inklusi ekonomi keuangan dan ekonomi hijau, serta kebijakan internasional.

"Kami terus akan sampaikan dan kita dorong bersinergi dengan pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi. Mari kita bangkitkan optimisme, sehingga di 2022 akan menjadi lebih baik. Marilah kita terus bersinergi untuk bersama-sama mengangkat ekonomi kita segera pulih menuju Indonesia Maju," pungkas Perry.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id