Pecut Pertumbuhan Kredit, BI Minta Perbankan Terus Turunkan Bunga Kredit

    Husen Miftahudin - 19 Oktober 2021 18:34 WIB
    Pecut Pertumbuhan Kredit, BI Minta Perbankan Terus Turunkan Bunga Kredit
    Bank Indonesia. Foto : MI/Usman Iskandar.



    Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta industri perbankan untuk terus melakukan penurunan suku bunga kredit. Dengan langkah tersebut, bank sentral meyakini momentum pemulihan ekonomi nasional bisa terus berlanjut.

    "Bank Indonesia tetap mengharapkan perbankan untuk terus melanjutkan penurunan suku bunga kredit sebagai bagian dari upaya bersama untuk mendorong kredit kepada dunia usaha," ujar Perry dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI secara virtual, Selasa, 19 Oktober 2021.

     



    Perry menyampaikan bahwa suku bunga kebijakan moneter yang tetap rendah dan likuiditas yang longgar mendorong suku bunga kredit perbankan terus menurun, meskipun penurunan tersebut diakuinya masih terbatas.

    Di pasar uang dan pasar dana, suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) overnight dan suku bunga deposito satu bulan perbankan telah menurun, masing-masing sebesar 50 basis poin (bps) dan 171 bps sejak September 2020 menjadi 2,80 persen dan 3,28 persen pada September 2021.

    Di pasar kredit, penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan terus berlanjut. Hal tersebut diikuti dengan penurunan suku bunga kredit baru.

    "Aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang meningkat mendorong perbaikan persepsi risiko perbankan, sehingga berdampak positif bagi penurunan suku bunga kredit baru," tutur Perry.

    Mengutip Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan oleh Bank Indonesia diindikasikan bahwa penyaluran kredit baru pada September 2021 meningkat dibandingkan Agustus 2021. Hasil survei kepada perbankan menunjukkan bahwa Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 48,9 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan SBT 25,0 persen pada bulan sebelumnya.

    Bank Indonesia juga memprediksi penyaluran kredit baru akan kembali menguat pada Oktober 2021. Hal ini terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru Oktober 2021 sebesar 78,7 persen.

    Adapun kebijakan penyaluran kredit (lending standard) pada September 2021 diprakirakan sedikit lebih ketat dibandingkan bulan sebelumnya. Hal tersebut terindikasi dari SBT perubahan lending standard September 2021 sebesar 1,7 persen, berbeda arah dibandingkan SBT minus 0,5 persen pada bulan sebelumnya.

    Selama semester I-2021, bank sentral melaporkan kredit tumbuh perlahan hingga berhasil mencapai angka positif 0,59 persen (yoy). Perkembangan ini antara lain ditopang oleh kinerja korporasi yang membaik, terutama korporasi berorientasi ekspor sejalan dengan peningkatan permintaan global.

    "Meski masih terdapat kecenderungan penggunaan dana internal, namun korporasi pada beberapa sub-sektor Industri Pengolahan mulai mengindikasikan kebutuhan pendanaan eksternal, termasuk dari perbankan," pungkas Bank Indonesia.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id