Rupiah Anjlok, Warga Serbu Tempat Penukaran Uang

    Lis Pratiwi - 20 Maret 2020 17:07 WIB
    Rupiah Anjlok, Warga Serbu Tempat Penukaran Uang
    Masyarakat antusias menukarkan dolarnya ke rupiah di sebuah money changer. Foto MetroTV/Lis Pratiwi.
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Hingga Jumat pagi, rupiah tembus Rp16 ribu per USD. Hal ini pun menarik minat masyarakat untuk menukar uang.

    Salah satunya terlihat di money changer kawasan Jakarta Pusat. Hingga pukul 14.00 WIB, masyarakat yang ingin menukarkan dolar AS harus menunggu nomor antrean hingga lebih dari 200.

    "Saya dari Bogor memang sengaja mau menukar uang, kebetulan di sini harganya lebih tinggi dibanding tempat lain," ujar Mohammad Irfan, di salah satu money changer kawasan Jakarta Pusat, Jumat, 20 Maret 2020.

    Di lokasi ini, pembelian dihargai Rp16.050 per USD dan penjualan senilai Rp16.150 per USD. Irfan pun mengaku sempat mengecek tempat penukaran uang di daerah lain sebagai perbandingan.

    "Kalau di Bogor masih Rp15.500 per USD, di Pondok Indah sempat cek Rp15.900 per USD," tambahnya.

    Hal serupa diungkapkan Widhy. Kendati dolar AS terus merangkak naik dalam beberapa hari terakhir, ia mengaku kondisi saat ini merupakan saat tepat untuk menukar simpanannya tersebut ke rupiah.

    "Karena di angka yang sekarang menurut saya sudah cukup tinggi. Kalau menunggu takutnya ada kebijakan pemerintah untuk menekan semakin lemahnya rupiah, jadi takut turun lagi," ujarnya.

    Widhy pun memaklumi ramainya tempat penukaran uang. Ia mengaku mendapat nomor antrean 442, padahal saat itu teller baru melayani antrean nomor 237.

    "Ini sudah tunggu satu jam, baru nomor 265 yang dipanggil. Tapi memang antusiasmenya seperti itu, mau enggak mau harus sabar," sambungnya.

    Sejak Jumat pagi hingga siang, rupiah terus bergerak di kisaran Rp15.950 per USD hingga Rp16.037 per USD atau melemah 15,66 persen dibandingkan awal tahun.

    Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap USD ini disebabkan penyebaran virus korona. Tak hanya Indonesia, kondisi serupa juga dialami negara lain, bahkan pasar global.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id