Laba Bersih BRI Capai Rp8,17 Triliun di Kuartal I

    Antara - 14 Mei 2020 16:51 WIB
    Laba Bersih BRI Capai Rp8,17 Triliun di Kuartal I
    Ilustrasi Bank BRI - - Foto: Antara/ Rosa
    Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba bersih kuartal I-2020 mencapai Rp8,17 triliun (yoy). Angka tersebut turun tipis sebesar 0,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,2 triliun.

    Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan perseroan masih mampu mencatatkan kinerja yang relatif stabil hingga akhir kuartal I-2020 di tengah pandemi virus korona atau covid-19.

    "Di tengah kondisi yang sedemikian menantang, dengan fokus pada kesehatan aset produktif, secara konsolidasian BRI mampu mencetak laba Rp8,17 triliun dengan aset mencapai Rp1.358,98 triliun hingga akhir kuartal I-2020," ujar Sunarso.

    Sementara itu, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo menuturkan salah satu penyebab turunnya profit bank pelat merah itu adalah turunnya pendapatan dari investasi anak usaha perseroan.

    "Untuk konsolidasi kuartal satu kan ini tentu penyebabnya dari subsidy risk. Kenapa penyebabnya kok turun? Itu utamanya kondisi pasar sekarang ini, terutama harga-harga dari instrumen keuangan yang jadi investasi perusahaan-perusahaan anak BRI. Ada BRIlife, kemudian ada BRI Agro, dan lainnya," ujar Haru.

    Kredit BRI pada tiga bulan pertama tahun ini mampu tumbuh di atas rata-rata industri. Secara konsolidasian, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp930,73 triliun atau tumbuh double digit sebesar 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp845,72 triliun. Angka tersebut lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit industri sebesar 7,95 persen pada Maret 2020.

    Komposisi kredit UMKM BRI dibanding total kredit BRI pun merangkak naik dari 77,37 persen di kuartal I-2019 menjadi 78,31 persen pada kuartal I-2020. Itu merupakan salah satu bentuk upaya perseroan sebagai langkah countercyclical terhadap UMKM agar roda perekonomian terus berputar.

    "BRI mampu tetap tumbuh melalui selective growth dan prudent dalam menyalurkan fasilitas pinjaman. Hal ini tercermin dari pengelolaan rasio kredit bermasalah BRI, pada akhir Maret 2020 NPL BRI tercatat tiga persen, jauh di bawah batas maksimal NPL yang ditetapkan regulator sebesar lima persen," kata Sunarso.
     
    Pada sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga akhir kuartal I-2020 DPK BRI tercatat Rp1.029 triliun atau naik sebesar 9,93 persen (yoy). Angka itu juga masih di atas pertumbuhan DPK industri perbankan nasional pada Maret 2020 sebesar 9,54 persen. Dana murah (CASA) masih mendominasi portofolio simpanan BRI, mencapai 55,9 persen dari total DPK atau senilai Rp575,18 triliun.
     
    Sementara itu, BRI mencatat rasio kecukupan modal (CAR) 18,56 persen di akhir kuartal I-2020. Menurut Sunarso, itu mencerminkan modal BRI cukup kuat untuk melakukan ekspansi dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.

    Likuiditas BRI juga diklaim masih relatif ideal dan BRI mempunyai ruang yang cukup untuk tumbuh secara sehat dengan rasio LDR BRI di kuartal I-2020 tercatat sebesar 90,45 persen.

    Faktor lain yang menjadi penyokong kinerja BRI adalah peningkatan pendapatan berbasis komisi yang dikerek oleh peningkatan transaksi digital dampak dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan imbauan jaga jarak fisik (physical distancing). Pendapatan berbasis komisi BRI di akhir Maret 2020 tercatat sebesar Rp4,17 triliun atau tumbuh 32,91 persen (yoy).

    Hingga akhir April 2020 perseroan tercatat telah memberikan relaksasi berupa restrukturisasi pinjaman kepada lebih dari 1,4 juta UMKM yang terdampak covid-19 dengan total pinjaman mencapai Rp101 triliun. Termasuk membuat skema pinjaman baru bagi UMKM dan mitra ojek online dengan rentang Rp5 juta-Rp20 juta.
     
    "Ini juga sesuai dengan arahan Presiden bahwa diperlukan sebuah terobosan yang inklusif agar pelaku UMKM terdampak langsung mendapatkan manfaatnya," ujar Sunarso. 



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id