Meski Membaik, Pertumbuhan Kredit Januari 2021 Masih Minus 2,1%

    Husen Miftahudin - 23 Februari 2021 17:37 WIB
    Meski Membaik, Pertumbuhan Kredit Januari 2021 Masih Minus 2,1%
    Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: MI/ Usman Iskandar



    Jakarta: Bank Indonesia mencatat kredit yang disalurkan perbankan pada Januari 2021 menunjukkan tren meningkat setelah mengalami pelemahan sejak kuartal III-2020. Penyaluran kredit pada Januari 2021 sebesar Rp5.399,1 triliun, tumbuh negatif 2,1 persen (yoy), namun tidak sedalam kontraksi bulan sebelumnya yang minus 2,7 persen (yoy).

    "Perbaikan kinerja kredit perbankan disebabkan oleh perbaikan kredit kepada debitur korporasi dan perorangan," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam data Analisis Uang Beredar yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Selasa, 23 Februari 2021.




    Adapun kredit kepada korporasi tercatat mengalami perbaikan, dari minus 5,1 persen (yoy) pada Desember 2020 menjadi negatif 4,1 persen (yoy) pada Januari 2021. Sementara itu, penyaluran kredit pada debitur perorangan meningkat dari 0,5 persen (yoy) menjadi 0,6 persen (yoy) pada bulan laporan.

    Berdasarkan jenis penggunaan, perkembangan penyaluran kredit dipengaruhi oleh perbaikan penyaluran Kredit Investasi (KI) dan Kredit Modal Kerja (KMK). Sementara Kredit Konsumsi (KK) masih terkontraksi lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya.

    "Kredit Investasi terkontraksi minus 0,9 persen (yoy) pada Januari 2021, membaik dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar negatif 1,0 persen (yoy). Perbaikan Kredit Investasi terutama terjadi pada sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan, serta sektor Industri Pengolahan," paparnya.

    Di sisi lain Kredit Modal Kerja juga mengalami pertumbuhan, dari minus 4,9 persen (yoy) pada Desember 2020 menjadi negatif 3,5 persen (yoy) pada Januari 2021, terutama di sektor Industri Pengolahan dan sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR).

    Untuk Kredit Konsumsi pada Januari 2021 terkontraksi lebih dalam, dari negatif 0,7 persen (yoy) pada Desember 2020 menjadi minus 1,0 persen (yoy) di Januari 2021. Ini lebih disebabkan oleh menurunnya Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan multiguna.


    Sejalan dengan tren perbaikan kredit, penyaluran kredit sektor Properti pada Januari 2021 juga tercatat meningkat, dari 3,6 persen (yoy) pada Desember 2020 menjadi 4,5 persen (yoy), baik pada kredit KPR/KPA, kredit konstruksi, maupun kredit real estat.

    "Pertumbuhan kredit KPR/KPA meningkat dari 3,4 persen (yoy) pada Desember 2020 menjadi 3,6 persen (yoy) pada bulan laporan, terutama didorong oleh peningkatan kredit KPR tipe 22 sampai dengan 70 di Banten dan Jawa Barat," jelas Erwin.

    Pada kredit real estat tercatat meningkat, dari 2,1 persen (yoy) pada Desember 2020 menjadi 3,2 persen (yoy), terutama pada gedung perbelanjaan (mal dan plaza) di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara itu, kredit konstruksi meningkat dari 4,5 persen (yoy) menjadi 6,5 persen (yoy) pada Januari 2021, terutama pada kredit untuk konstruksi gedung industri di DKI Jakarta.

    Untuk penyaluran kredit kepada UMKM pada Januari 2021 menunjukkan penurunan yang lebih dalam, dari minus 2,2 persen (yoy) menjadi negatif 2,4 persen(yoy), terutama pada skala usaha mikro. Di sisi lain, kredit usaha kecil dan menengah menunjukkan peningkatan, masing- masing sebesar 4,3 persen (yoy) dan 3,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,5 persen (yoy) dan 1,6 persen (yoy).

    "Berdasarkan jenis penggunaan, penurunan kredit UMKM terjadi baik pada jenis penggunaan investasi maupun modal kerja," tutup Erwin.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id