Optimalkan Bisnis, Adira Finance Cari Dana Segar Rp9,3 Triliun di 2021

    Angga Bratadharma - 23 Februari 2021 08:19 WIB
    Optimalkan Bisnis, Adira Finance Cari Dana Segar Rp9,3 Triliun di 2021
    Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma



    Jakarta: PT Adira Dinamika Multifinance Tbk atau Adira Finance terus berupaya memperkuat likuiditas guna memacu penyaluran pembiayaan di sepanjang 2021 yang harapannya bisnis bisa tumbuh lebih baik ketimbang tahun lalu. Untuk tahun ini, perusahaan yang memiliki kode emiten ADMF berupaya mencari pendanaan sebesar Rp9,3 triliun.

    "Tahun ini ada sekitar Rp9,3 triliun pendanaan yang jatuh tempo dari paling tidak kita harus mencari sumber pendanaan sebesar itu," kata Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila, dalam konferensi pers virtual tentang Media Update Kinerja Keuangan Adira Finance 2020, Senin, 22 Februari 2021.






    Dewa Made mengatakan merupakan prioritas Adira Finance untuk memperoleh likuiditas yang cukup guna memenuhi semua kewajiban keuangan dan pendanaan untuk kebutuhan bisnis. Dalam memperoleh kebutuhan pendanaannya, klaimnya, Adira Finance menerbitkan obligasi pada Juni 2020 sebesar Rp1,5 triliun (Rp1,3 triliun konvensional dan Rp200 miliar sukuk).

    "Perusahaan juga telah menggunakan fasilitas pinjaman sindikasi (syndicated loan) luar negeri sebesar USD300 juta di mana pinjaman ini telah sepenuhnya dilakukan lindung nilai (fully hedged) baik dari pokok maupun suku bunganya. Adira Finance juga mendapatkan dukungan standby facility setara USD280 juta," kata I Dewa Made Susila.

    Dengan adanya kecukupan likuiditas, masih kata Made Susila, Adira Finance telah membayar seluruh kewajiban keuangannya termasuk membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp1,06 triliun pada April 2020, dan mendanai kebutuhan bisnisnya menggunakan fasilitas pendanaan yang tersedia dan pembayaran angsuran dari nasabah.

    Made menambahkan Adira Finance terus melakukan diversifikasi sumber pendanaannya melalui dukungan dari pembiayaan bersama dengan perusahaan induknya, Bank Danamon, dan memperoleh pinjaman eksternal yakni pinjaman bank dan obligasi. Pembiayaan bersama mewakili 45 persen dari piutang yang dikelola.

    Jika dirinci total pinjaman eksternal Adira Finance per 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp16,8 triliun, terdiri dari pinjaman bank yaitu luar negeri dan dalam negeri serta obligasi, masing-masing memberikan kontribusi 54 persen: 46 persen. Untuk gearing ratio turun menjadi 2,1 kali pada 2020 dibandingkan dengan 2,8 kali tahun lalu.

    "Pada Januari 2021, Pefindo, lembaga pemeringkat domestik, telah menetapkan kembali pemeringkatan Adira Finance yaitu idAAA (stabil) di tengah kondisi ekonomi yang kurang mendukung. Peringkat ini memperkuat kemampuan untuk mengakses sumber pendanaan yang lebih kompetitif," kata Made Susila.

    Sementara itu, untuk menghadapi tantangan baru di 2021, Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli menambahkan, Adira Finance mempersiapkan strategi dan inisiatif guna mengembangkan bisnis, antara lain memperkuat dan meningkatkan pangsa pasar di bisnis otomotif dengan memberikan berbagai program penjualan bagi nasabah.

    "Memperluas usaha pada bisnis non-otomotif (produk multiguna, fee based income, dan lain-lainnya), mempercepat investasi dalam digitalisasi dan inisiatif yang berpusat pada customer centric, dan terus menyederhanakan proses kami menjadi lebih sederhana, cepat, dan efisien," pungkas Hafid Hadeli.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id