BI Minta Perbankan Gencar Salurkan Kredit ke Sektor Prioritas

    Husen Miftahudin - 03 Desember 2020 17:17 WIB
    BI Minta Perbankan Gencar Salurkan Kredit ke Sektor Prioritas
    Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: MI/Panca Syurkani
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) meminta perbankan untuk terus mendongkrak penyaluran kredit atau pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan kredit yang ditargetkan bank sentral hingga sembilan persen di tahun depan dapat terealisasi.

    "Perlu mempertemukan antara perbankan dan dunia usaha untuk mengatasi asymmetric information (perbedaan informasi) dan persepsi risiko dalam penyaluran kredit," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia secara virtual, Kamis, 3 Desember 2020.

    Sementara untuk mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Bank Indonesia akan mengeluarkan kebijakan rasio pembiayaan inklusif makroprudensial dengan memperluas target dan jangkauan pembiayaan inklusif. Termasuk insentif bagi bank yang mendorong UMKM dan sektor prioritas, serta pengembangan sekuritisasi kredit UMKM.

    "Untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan, Forum Pengawasan Perbankan Terpadu antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang telah berjalan akan terus diperkuat," tegasnya.

    Bank Indonesia juga akan terus mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan melalui implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. Menurutnya, kebijakan ini sekaligus sebagai strategi kelima sinergi bank sentral dalam pemulihan ekonomi nasional, yakni digitalisasi ekonomi dan keuangan khususnya UMKM.

    "Kampanye QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) secara nasional dan di daerah terus digencarkan untuk mencapai 12 juta merchant UMKM teregister digital secara nasional pada 2021," harap Perry.

    Selanjutnya, mendorong digitalisasi perbankan dengan menerapkan standardisasi Open Application Programming Interfaces (API) untuk mengatasi kendala dalam kolaborasi antara bank dan fintech. Open API merupakan program aplikasi yang memungkinkan perusahaan terintegrasi antarsistem (system to system).

    "Pada 2021, BI Fast sebagai infrastruktur pembiayaan ritel secara realtime dan beroperasi terus menerus 24/7 hari akan mulai dioperasikan untuk transfer kredit," ungkap dia.

    Elektronifikasi bantuan sosial, transportasi, dan transaksi keuangan pemerintah daerah juga terus ditingkatkan. Dalam hal ini, bank sentral meluncurkan reformasi regulasi di bidang sistem pembayaran untuk mendorong industri agar lebih tangkas, berkembang, berinovasi, adaptif terhadap teknologi, dan tangguh dalam mendukung akselerasi ekonomi keuangan digital.

    "Digitalisasi, sentralisasi distribusi, dan efisiensi pengelolaan uang rupiah ke seluruh wilayah NKRI ditingkatkan. Pendalaman pasar uang akan menjadi fokus dan dipercepat sesuai Blueprint Pendalaman Pasar Uang 2025. Infrastruktur pasar uang multimatching electronic trading platform dan lembaga center counterparty derivatif akan mulai beroperasi 2021," pungkas Perry.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id