BI: Wakaf Bisa Jadi Instrumen Pembangunan Ekonomi Negara OKI

    Husen Miftahudin - 30 Oktober 2020 17:40 WIB
    BI: Wakaf Bisa Jadi Instrumen Pembangunan Ekonomi Negara OKI
    Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: MI/ Susanto
    Jakarta: Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono mengatakan wakaf dapat dijadikan sebagai instrumen yang bisa mendukung pembangunan ekonomi negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Apalagi di masa pandemi ini banyak negara-negara OKI yang mengalami krisis ekonomi dan keuangan.

    Bahkan dalam laporan Bank Dunia yang dipublikasi pada Juni 2020 lalu, sebanyak 59 persen negara OKI berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah. Rinciannya, sebanyak 30 persen dari negara-negara anggota OKI berpenghasilan rendah (low income country) dan 29 persen lainnya adalah negara dengan tingkat penghasilan menengah ke bawah (lower middle income).

    "Dasar pertimbangan dan prinsip wakaf yang dianjurkan adalah ayat Al-Qur'an dan hadis yang menginstruksikan orang untuk berbuat baik dan beramal," ujar Doni dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 7th secara virtual di Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2020.

    Doni menekankan bahwa prinsip inti wakaf ialah altruisme yang mengedepankan dan memaksimalkan kemaslahatan bagi sesama, termasuk bagi semua makhluk hidup. Prinsip tersebut menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik yang tinggi karena sistem ini sepenuhnya bergantung pada perspektif publik untuk menyumbang.

    "Sistem wakaf yang tertata dengan baik dan didukung oleh teknologi informasi dapat menjadi sarana untuk memobilisasi dana sehingga dapat mendukung dan berkontribusi secara signifikan pada program pembangunan ekonomi pemerintah, khususnya program pengentasan kemiskinan dan pembangunan manusia yang komprehensif," jelas Doni.

    Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa perkembangan sosial ekonomi masyarakat yang semakin dinamis di era digital menuntut perkembangan fikih kontemporer yang dapat mengimbangi kebutuhan usaha syariah dan berbagai inovasi produknya.

    Salah satu fikih kontemporer adalah fatwa wakaf produktif dan peranannya dalam perekonomian. Area terkait wakaf merupakan bidang yang berpotensi dapat lebih dikembangkan di berbagai negara muslim di dunia, karena cakupannya dan kegunaannya yang luas dalam pemberdayaan ekonomi.

    Berkenaan dengan hal ini, telah diluncurkan inovasi berupa integrasi instrumen keuangan komersial dan sosial yang melibatkan wakaf, yakni Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Instrumen ini telah mendapatkan opini dan fatwa yang sesuai dengan prinsip syariah, dari otoritas fatwa di Indonesia.

    "CWLS dapat menjadi instrumen alternatif untuk mendukung bergeraknya aktivitas ekonomi sekaligus pendalaman pasar keuangan untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional," pungkas Perry.  

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id