comscore

Ini Strategi BBJ Genjot Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi di 2022

Husen Miftahudin - 22 Desember 2021 22:35 WIB
Ini Strategi BBJ Genjot Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi di 2022
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) Stephanus Paulus Lumintang optimistis industri perdagangan berjangka komoditi mengalami perkembangan signifikan di tahun depan. Meski, industri ini masih diselimuti oleh ketidakpastian covid-19.

"Tidak terasa sudah 21 bulan kita masih terkungkung dalam masa pandemi. Mudah-mudahan tahun depan masa pandemi ini akan menjadi sebuah endemi saja, sehingga kami dapat terus berkarya dan mengembangkan literasi perdagangan berjangka komoditi di Indonesia, tentunya melalui BBJ atau JFX," ujar Paulus dalam konferensi pers, Selasa, 22 Desember 2021.
Adapun total transaksi perdagangan berjangka komoditi pada periode Januari sampai 21 Desember 2021 baru mencapai sembilan juta lot. Angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan sebesar 11,1 juta lot.

Paulus menuturkan, angka tersebut juga masih di bawah realisasi transaksi perdagangan berjangka komoditi di tahun lalu yang hingga 31 Desember 2021 menembus angka sebesar 9,43 juta lot. Namun angka ini masih lebih tinggi ketimbang realisasi 2019 yang hanya sebanyak 8,25 juta lot.

"Namun kami sangat optimistis sampai dengan 31 Desember 2021, masih ada tersisa kurang lebih delapan hari perdagangan lagi kami optimistis akan mencapai lebih dari pencapaian 2020 yang lalu. Meskipun tidak signifikan, namun kita perkirakan kita bisa menyentuh ke angka satu sampai dua persen lebih tinggi dari pencapaian 2020 yang lalu," urainya.

Ia mengakui, rasa percaya dirinya untuk tahun depan berkat dukungan dan kebijakan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan para pelaku industri. Paulus merasakan adanya peningkatan literasi masyarakat terhadap perdagangan berjangka komoditi.

"Saya yakin hal ini masih memberikan dampak positif untuk perkembangan industri perdagangan berjangka komoditi di Indonesia melalui BBJ," tutur dia.

Meskipun demikian, Paulus mengakui pihaknya akan terus berbenah terhadap kekurangan yang ada di BBJ. Salah satunya dengan merekrut ekspatriat dari luar negeri yang secara khusus akan menangani pengembangan transaksi multilateral.

"Kita lagi dalam pengurusan dokumen dan persyaratan yang diperlukan karena ini adalah orang asing dan mempunyai expertise. Menurut pemegang saham sudah dipertimbangkan dan diputuskan, dan diharapkan akan mendongkrak serta menumbuhkembangkan transaksi multilateral di BBJ," jelasnya.

Paulus juga optimistis transaksi perdagangan berjangka pada komoditi olein (minyak goreng) dan kopi mengalami peningkatan secara kuantitas dan kualitas. Pada tahun depan, BBJ sendiri akan berfokus pada transaksi kontrak multilateral.

"Langkah-langkah lain yang kami akan lakukan bahwa kita sudah men-submit kepada Kepala Biro (Bappebti) untuk kita proses bahwa kita sedang mengusulkan kontrak baru dengan size kontrak yang berbeda atas komoditi kopi. Januari kami perkirakan akan kami submit lagi untuk kontrak komoditi olein dengan size kontrak yang menarik, tentunya disesuaikan dengan aturan yang berlaku," tutup Paulus.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id