comscore

IHSG Pagi Dibuka Merekah, 238 Saham Menghijau

Angga Bratadharma - 21 Juni 2022 09:23 WIB
IHSG Pagi Dibuka Merekah, 238 Saham Menghijau
Ilustrasi. FOTO: dok MI
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa pagi terpantau menguat di tengah liburnya bursa saham Amerika Serikat (AS). Indeks juga mampu merekah saat The Fed memutuskan kian agresif menaikkan suku bunga dan belum adanya tanda-tanda inflasi di AS turun.

IHSG Selasa, 21 Juni, perdagangan pagi dibuka menguat ke posisi 7.005 dengan level tertinggi di 7.019 dan terendah di 6.997. Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 1,5 miliar lembar saham senilai Rp685 miliar. Sebanyak 238 saham menghijau, sebanyak 105 saham tertekan, dan sebanyak 221 saham stagnan.
Sementara itu, pada akhir pekan lalu, Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan tetapi masih mengalami penurunan persentase mingguan terbesar dalam dua tahun. Hal itu karena investor bergulat dengan kemungkinan resesi yang semakin besar ketika bank-bank sentral global mencoba untuk menekan inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 38,29 poin atau 0,13 persen menjadi 29.888,78. Indeks S&P 500 naik 8,07 poin atau 0,22 persen menjadi 3.674,84. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 152,25 poin atau 1,43 persen menjadi 10.798,35.

Kenaikan dipimpin oleh sektor komunikasi dan konsumen non-primer, yang masing-masing naik 1,31 persen dan 1,22 persen, pada sesi tersebut. Keduanya termasuk yang berkinerja terburuk dari 11 sektor besar tahun ini.

Sebaliknya, sektor energi dengan kinerja terbaik tahun ini, jatuh 5,57 persen dan mengalami penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020, di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang dapat melemahkan permintaan minyak mentah.

Untuk minggu ini, Dow kehilangan 4,79 persen, merupakan persentase penurunan mingguan terbesar sejak Oktober 2020, S&P 500 kehilangan 5,79 persen dan Nasdaq jatuh 4,78 persen.

Indeks acuan S&P telah merosot sekitar 23 persen sepanjang tahun ini dan baru-baru ini mengkonfirmasi pasar bearish dimulai pada 3 Januari. Indeks Dow Industrials berada di titik puncak untuk mengkonfirmasi pasar bearish-nya sendiri.

Masing-masing dari tiga indeks utama Wall Street turun untuk minggu ketiga berturut-turut. Indeks acuan S&P 500 mengalami penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020, puncak penurunan pandemi covid-19.

Inflasi yang sangat tinggi telah membuat bingung investor tahun ini karena Federal Reserve AS dan sebagian besar bank sentral utama telah mulai beralih dari kebijakan moneter yang longgar ke langkah-langkah pengetatan yang akan memperlambat ekonomi, mungkin menyebabkan resesi, dan berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id