OJK Luncurkan Roadmap untuk Bantu Perbankan Jaga Stabilitas

    Husen Miftahudin - 18 Februari 2021 13:57 WIB
    OJK Luncurkan <i>Roadmap</i> untuk Bantu Perbankan Jaga Stabilitas
    OJK luncurkan roadmap untuk perbankan jaga stabilitas di masa pandemi. Foto: Dok.MI



    Jakarta: Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana secara resmi meluncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I) 2021-2025. Roadmap ini diharapkan dapat menjadi bantalan industri perbankan menghadapi berlanjutnya dampak pandemi covid-19 di Indonesia.

    "Pada hari ini saya meluncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025 sebagai suatu acuan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Heru dalam Launching dan Konferensi Pers Roadmap RP2I 2020-2025 secara virtual, Kamis, 18 Februari 2021.






    Menurut Heru, selama dua tahun ini Indonesia masih akan dihantui dampak pandemi di berbagai sektor. Kehadiran pagebluk ini juga telah merevolusi ekspektasi publik akan layanan keuangan digital. Perubahan pola transaksi dari fisik ke arah virtual telah mengakselerasi perubahan ekosistem sektor jasa keuangan secara masif.

    "Dua tahun ini akan jadi tantangan besar yang tentunya datang bersamaan dengan perubahan ekosistem. Pandemi covid-19 ini juga kita belum tahu kapan akan berakhir," tuturnya.

    Oleh karenanya, RP2I yang disusun OJK diharapkan dapat membuat industri perbankan lebih sigap dalam menghadapi berbagai tantangan dan dampak tak terduga dari pandemi tersebut. Termasuk mengambil celah dan peluang agar industri perbankan nasional menjadi lebih berdaya tahan.

    "Saya harapkan (RP2I) ini dapat menjawab berbagai tantangan dan peluang yang ada untuk mewujudkan perbankan kita yang resilience, berdaya saing, dan kontributif untuk bisa mengentaskan dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan kita semua," ungkap Heru.

    Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat menjelaskan, RP2I berisikan arah dan acuan pengembangan jangka pendek maupun pengembangan struktural secara bertahap dalam rentang waktu enam tahun.

    Arah pengembangan jangka pendek ditujukan untuk mengoptimalkan peran perbankan dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi covid-19. Sementara arah pengembangan struktural ditujukan untuk memperkuat perbankan nasional sehingga memiliki daya tahan (resiliensi) yang lebih baik, daya saing yang lebih tinggi, dan kontribusi yang lebih optimal terhadap perekonomian nasional.

    RP2I terdiri dari empat arah pengembangan. Pertama, penguatan struktur dan keunggulan. Kedua, akselerasi transformasi digital. Ketiga, penguatan peran perbankan dalam perekonomian nasional. Keempat, penguatan pengaturan, pengawasan, dan perizinan.

    RP2I juga punya empat perangkat pendukung (enabler) yang terdiri dari kepemimpinan dan manajemen perubahan, infrastruktur teknologi informasi, kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

    "RP2I merupakan living document yang dapat disesuaikan seiring dinamika perubahan ataupun perkembangan industri sehingga diperlukan respons kebijakan yang relevan, tepat waktu, dan tepat substansi untuk mendukung daya saing perbankan nasional," tutup Teguh.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id