Jelang Pengumuman Ekonomi Kuartal I-2021, Rupiah Gilas Dolar

    Husen Miftahudin - 04 Mei 2021 18:07 WIB
    Jelang Pengumuman Ekonomi Kuartal I-2021, Rupiah Gilas Dolar
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Menjelang pengumuman pertumbuhan ekonomi RI kuartal I-2021 besok, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini kembali menguat. Mata uang Garuda tersebut bersinar setelah kemarin bertekuk lutut terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai, penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh upaya pemerintah yang akan terus memperpanjang kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro guna menekan laju penyebaran covid-19.






    "Hal tersebut sejalan dengan upaya vaksinasi terhadap semua warga negara. Dengan terus ditekannya wabah covid-19, ada harapan besar pandemi akan kembali menurun dan masyarakat bisa beraktivitas kembali secara normal dan ini perlu ada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat guna menanggulanginya secara bersama-sama," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 4 Mei 2021.

    Dari sisi eksternal, dolar menguat terhadap mata uang lainnya lantaran investor mencerna komentar optimistis Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell tentang ekonomi. Powell mengatakan bahwa ekonomi AS secara bertahap pulih dari covid-19 namun ia juga memperingatkan bahwa hal tersebut belum membuat AS keluar dari kasus pandemi.

    Dia bilang, fokus pedagang sekarang adalah pada angka layanan yang akan dirilis dan data penggajian pada sehingga membuat kondisi pasar tampak seimbang. Beberapa analis juga mengungkapkan angka yang kuat dapat meningkatkan dolar dengan membawa ekspektasi ke depan untuk suku bunga yang lebih tinggi.

    "Sementara analis yang lain berpendapat bahwa ekonomi AS yang kuat akan membebani mata uang karena impor meningkat dan defisit perdagangan yang tumbuh," paparnya.

    AS juga merilis Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Institute of Supply Management (ISM) yang lebih rendah dari perkiraan dan menunjukkan angka 60,7 untuk periode April 2021. Kekurangan input terhadap permintaan yang terpendam karena tingkat vaksinasi covid-19 meningkat dan langkah-langkah stimulus AS lebih lanjut diusulkan, sehingga membuat indeks mengalami penurunan drastis.

    Menurut Ibrahim, investor sekarang sedang mencari data lebih lanjut yang akan dirilis akhir pekan ini. Termasuk neraca perdagangan dan laporan ketenagakerjaan AS periode April 2021 yang mencakup non-farm payrolls.

    "Beberapa investor menyarankan bahwa angka yang kuat dapat meningkatkan dolar dengan membawa ekspektasi ke depan untuk suku bunga yang lebih tinggi. Sementara yang lain berpendapat bahwa ekonomi AS yang kuat akan membebani greenback karena impor naik dan defisit perdagangan tumbuh," jelas Ibrahim.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id