44 Bank Siap Kenakan Biaya Transfer Rp2.500

    Antara - 03 November 2021 21:10 WIB
    44 Bank Siap Kenakan Biaya Transfer Rp2.500
    Ilustrasi seseorang tengah melakukan transaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) - - Foto: dok MI



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat sudah ada 44 bank peserta yang siap menurunkan biaya transfer uang antarbank menjadi maksimal Rp2.500 per transaksi.

    Peserta yang siap melayani BI Fast harus melewati beberapa tahapan yakni pemenuhan kriteria umum, pemenuhan kriteria 3C, pemenuhan kriteria 1C, serta lulus industrial test dan memenuhi seluruh dokumen persetujuan dan perjanjian kepesertaan.

     



    "Pemenuhan kriteria umum yang dimaksud terdiri dari kesiapan kelembagaan, kinerja keuangan, dan kapabilitas sistem informasi," kata
    Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran BI Bambang Kusmiarso dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 November 2021.

    Sementara kriteria 3C adalah contribution, capability, dan collaboration, serta 1C merupakan champion in readiness yang meliputi kesiapan sumber daya, proses, dan teknologi.


    Berdasarkan penilaian terhadap kriteria kepesertaan, komitmen, dan kesiapan calon peserta, termasuk pemenuhan aspek sumber daya, proses, dan teknologi, BI menetapkan 22 calon peserta gelombang satu pada Desember 2021.

    Peserta yang dimaksud yakni:

    1. Bank Tabungan Negara (BTN).
    2. Bank DBS Indonesia.
    3. Bank Permata.
    4. Bank Mandiri.
    5. Bank Danamon Indonesia.
    6. Bank CIMB Niaga.
    7. Bank Central Asia (BCA).
    8. Bank HSBC Indonesia.
    9. Bank UOB Indonesia.
    10. Bank Mega.
    11. Bank Negara Indonesia (BNI).
    12. Bank Syariah Indonesia (BSI).
    13. Bank Rakyat Indonesia (BRI).
    14. Bank OCBC NISP.
    15. Bank Tabungan Negara UUS.
    16. Bank Permata UUS.
    17. Bank CIMB Niaga UUS.
    18. Bank Danamon Indonesia UUS.
    19. BCA Syariah.
    20. Bank Sinarmas.
    21. Bank Citibank NA.
    22. Bank Woori Saudara Indonesia.

    Sementara untuk gelombang kedua, bank sentral juga telah menetapkan 22 calon peserta yang akan mengimplementasikan pada Januari 2022, yakni:

    1. Bank Sahabat Sampoerna.
    2. Allobank (d/h) Harda Int'l.
    3. Bank Maspion.
    4. Bank KEB Hana Indonesia.
    5. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga.
    6. Bank Ina Perdana.
    7. Bank Mandiri Taspen.
    8. Bank Nationalnobu.
    9. Bank Jatim UUS.
    10. Bank Mestika Dharma.
    11. Bank Jatim.
    12. Bank Multiarta Sentosa.
    13. Bank Ganesha.
    14. Bank OCBC NISP UUS.
    15. Bank Digital BCA.
    16. Bank Sinarmas UUS.
    17. Bank Jateng UUS.
    18. Standard Chartered Bank.
    19. Bank Jateng.
    20. BPD Bali.
    21. Bank Papua.
    22. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
    Sementara bagi calon peserta lainnya yang belum masuk sebagai calon peserta gelombang pertama dan gelombang kedua, BI akan tetap membuka gelombang-gelombang berikutnya untuk onboarding ke BI Fast.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id