comscore

Cek Penyebab Rupiah Ambruk Hari Ini

Husen Miftahudin - 03 November 2021 19:03 WIB
Cek Penyebab Rupiah Ambruk Hari Ini
Ilustrasi mata uang rupiah - - Foto: Medcom/ Kuntoro Tayubi
Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini melemah jelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Investor akan menilai rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut untuk memerangi kenaikan inflasi dan menenangkan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi covid-19.

"Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah 62 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 65 poin di level Rp14.313 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.249 per USD," ungkap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dikutip dari siaran persnya, Rabu, 3 November 2021.
Ibrahim mengungkapkan, The Fed akan menurunkan keputusannya terkait pengurangan asetnya (tapering). Bank sentral kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian aset bulanannya sebesar USD15 miliar setiap bulan hingga mengakhirinya pada pertengahan 2022.

Di sisi lain, Bank of England juga akan memberikan keputusannya pada Kamis besok. Namun, berakhirnya program cuti Inggris tidak menyebabkan lonjakan pencari kerja baru, dengan pengangguran tidak mengalami peningkatan tajam dan mendukung kenaikan suku bunga.

Sementara di Jepang, pembuat kebijakan menegaskan kembali komitmen Bank of Japan (BOJ) untuk target inflasi 2 persen dalam pertemuan antara Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda, Menteri Ekonomi Daishiro Yamagiwa, dan Menteri Keuangan Shinichi Suzuki.

Di sisi data, indeks manajer pembelian layanan Caixin Tiongkok sebesar 53,8 untuk Oktober. Angka ini lebih tinggi dari 53,4 pada bulan sebelumnya karena didukung oleh permintaan yang kuat dan kenaikan inflasi, sehingga tetap menjadi perhatian untuk tahun depan.

"Di AS, indeks PMI non-manufaktur Institute of Supply Management (ISM) akan dirilis pada hari Rabu. Data perdagangan, termasuk ekspor dan impor, akan menyusul sehari kemudian dan data pekerjaan AS terbaru, termasuk non-farm payrolls akan dirilis pada hari Jumat," jelasnya.

Dari faktor domestik, para ekonom terus melakukan identifikasi mengenai perkiraan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2021 yang kemungkinan masih cukup bagus. Walaupun banyak perbedaan angka yang diberikan oleh para ekonom dan pemerintah, hal tersebut semata-mata untuk mengetahui secara pasti bahwa ekonomi masih tumbuh positif.

Adapun gelombang covid-19 yang terjadi di awal kuartal ketiga 2021 mendorong kemungkinan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi seiring pengetatan mobilitas masyarakat. Notabene ekonomi indonesia di kuartal III-2021 diperkirakan akan tumbuh 4,1 persen dengan kisaran 3,9 persen hingga 4,3 persen, setelah melonjak 7,07 persen pada kuartal sebelumnya.

Secara keseluruhan 2021, Ibrahim memproyeksikan ekonomi akan tumbuh 3,8 persen, karena adanya kemungkinan risiko akan terjadinya lonjakan kasus di akhir tahun dan pembalikan arah di kuartal keempat akan sulit terjadi.

"Walaupun aktivitas ekonomi mengalami peningkatan sejak pelonggaran pembatasan sosial di Agustus 2021, lonjakan pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan terbatas seiring risiko lonjakan kasus masih membayangi hingga akhir tahun ini," papar Ibrahim.

Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.313 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah sebanyak 62 poin atau setara 0,44 persen dari posisi Rp14.250 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona merah pada posisi Rp14.300 per USD. Rupiah melemah 42 poin atau setara 0,29 persen dari Rp14.258 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.301 per USD atau turun 40 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.261 per USD.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.290 per USD hingga Rp14.330 per USD," pungkas Ibrahim.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id