comscore

Resmi Terbit, Ini Pedoman Penyelenggaraan BI-Fast

Husen Miftahudin - 17 November 2021 13:45 WIB
Resmi Terbit, Ini Pedoman Penyelenggaraan BI-Fast
Ilustrasi logo Bank Indonesia - - Foto: MI/ Usman Iskandar
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menerbitkan ketentuan penyelenggaraan BI-FAST sebagai pedoman bagi para calon peserta maupun peserta BI-FAST melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 23/25/PADG/2021 tentang Penyelenggaraan Bank Indonesia-Fast payment (BI-FAST) yang efektif berlaku sejak 12 November 2021.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penerbitan ketentuan ini merupakan salah satu bentuk dukungan kesiapan dalam implementasi BI-FAST.

"BI-FAST adalah infrastruktur sistem pembayaran BI untuk memfasilitasi pembayaran ritel sepanjang waktu (24/7) dan seketika (real time)," ujar Erwin dalam siaran persnya, Rabu, 17 November 2021.
Adapun peserta BI-FAST yang dimaksud adalah bank maupun Lembaga Selain Bank (LSB) dan pihak lainnya, sepanjang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Hal-hal yang diatur di dalam ketentuan penyelenggaraan BI-FAST antara lain yaitu persyaratan peserta, kewajiban peserta, mekanisme pengelolaan infrastruktur BI-FAST, dan pemrosesan transaksi menggunakan BI-FAST.

Syarat umum calon peserta BI-FAST:

  1. Nasabah Bank Indonesia dan berstatus aktif
  2. Tidak sedang dalam proses likuidasi atau kepailitan
  3. Pimpinan calon peserta memiliki kredibilitas yang baik dan rekam jejak yang baik
  4. Calon peserta berupa lembaga selain bank, tidak tercantum dalam daftar kredit macet dan daftar hitam nasional
  5. Memiliki kinerja keuangan yang baik dalam dua tahun terakhir
  6. Menyediakan infrastruktur dalam penyelenggaraan BI-FAST sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh penyelenggara
  7. Memiliki sistem informasi yang andal

Syarat khusus calon peserta BI-FAST:

  1. Memiliki kontribusi signifikan dalam ekonomi dan keuangan digital sesuai dengan parameter yang ditetapkan oleh penyelenggara
  2. Memiliki kapabilitas keuangan yang kuat berupa modal inti lebih dari Rp6 triliun untuk bank atau modal disetor paling sedikit Rp100 miliar untuk lembaga selain bank
  3. Memiliki likuiditas yang memadai.

Terkait infrastruktur, peserta dapat menggunakan infrastruktur yang dikelola sendiri oleh calon peserta atau dikelola oleh pihak lain. Penyediaan infrastruktur yang dikelola oleh pihak lain hanya dapat dilakukan oleh calon peserta yang ditetapkan sebagai PTL oleh penyelenggara.

Dalam hal calon peserta menggunakan infrastruktur yang dikelola oleh pihak lain, calon peserta harus memastikan pihak lain sebagai pengelola infrastruktur BI-FAST memenuhi persyaratan, diantaranya, berbadan hukum Indonesia di bidang penyedia jasa sistem informasi; pengurus memiliki rekam jejak yang baik, yang dibuktikan dengan tidak tercantum dalam daftar kredit macet dan daftar hitam nasional yang diterbitkan oleh lembaga yang berwenang.

Lalu memiliki tenaga ahli yang andal dengan didukung oleh sertifikasi yang relevan; memiliki kinerja keuangan yang baik dalam dua tahun terakhir; memiliki pedoman rencana keberlangsungan bisnis (business continuity plan); menerapkan prinsip pengendalian teknologi informasi dan keandalan security yang dibuktikan dengan hasil audit independen.

Memenuhi standar keamanan dan keandalan sistem serta infrastruktur sesuai standar yang berlaku; serta berpengalaman menyediakan solusi managed service atau sharing infrastructure di perbankan dan sistem pembayaran.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id