Negara Rugi Rp22,78 Triliun, BPK: ASABRI Salah Kelola Dana Investasi

    Husen Miftahudin - 02 Juni 2021 08:17 WIB
    Negara Rugi Rp22,78 Triliun, BPK: ASABRI Salah Kelola Dana Investasi
    Ketua BPK Agung Firman Sampurna. Foto: dok MI/Adam Dwi.



    Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyimpulkan adanya penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait dalam pengelolaan investasi saham dan reksa dana di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau ASABRI.

    Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengungkapkan, akibat kesalahan dalam pengelolaan investasi saham dan reksa dana di ASABRI tersebut, negara mengalami kerugian sebanyak Rp22,78 triliun.

     



    "Nilai kerugian negara yang timbul selama 2012 sampai dengan 2019 adalah sebesar Rp22,78 triliun," ujar Agung dalam konferensi pers bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 2 Juni 2021.

    Agung mengatakan ada beberapa pemilik saham dan perusahaan yang menempatkan dana investasi dalam bentuk saham dan reksa dana. Investasi itu sangat berisiko karena tidak berwujud.

    "Saham dan reksa dana itu merupakan investasi yang berisiko tinggi dan tidak likuid yang pada akhirnya tidak memberikan keuntungan bagi PT ASABRI Persero," papar Agung.

    Lebih lanjut ia menuturkan bahwa penyimpangan tersebut mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara pada ASABRI yang merupakan nilai dana investasi ASABRI yang ditempatkan pada saham dan reksa dana secara tidak sesuai ketentuan, dan belum kembali sampai dengan 31 Maret 2021.

    BPK telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif tentang Penghitungan Kerugian Negara atas Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi pada ASABRI periode Tahun 2012 sampai dengan 2019 kepada Kejaksaan Agung pada 27 Mei 2021.

    Pemeriksaan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan BPK dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Agung. Pemeriksaan ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti permintaan penghitungan kerugian negara yang disampaikan Kejaksaan Agung kepada BPK pada 15 Januari 2021.

    "BPK mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan Agung, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Industri Keuangan, serta pihak-pihak lain yang telah membantu BPK dalam pelaksanaan pemeriksaan ini," pungkas Agung.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id