comscore

Indocement Cetak Kenaikan Pendapatan 4,5% di Triwulan III

Ade Hapsari Lestarini - 11 November 2021 12:42 WIB
Indocement Cetak Kenaikan Pendapatan 4,5% di Triwulan III
Gedung Indocement. Foto: dok Indocement.
Jakarta: PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) membukukan kenaikan pendapatan bersih sebesar 4,5 persen menjadi Rp10,6 triliun pada triwulan III-2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10,14 triliun. Peningkatan ini ditopang volume penjualan keseluruhan yang lebih tinggi sebesar 6,9 persen.

Sementara itu, beban pokok pendapatan meningkat 4,5 persen dari Rp6,7 triliun menjadi Rp7,01 triliun, mengikuti pertumbuhan volume penjualan. Namun demikian, perseroan berhasil menekan kenaikan biaya produksi lebih rendah dengan adanya kenaikan volume penjualan, meskipun harga batu bara yang lebih tinggi.
"Hal ini disebabkan upaya terus menerus untuk meningkatkan bahan bakar alternatif dan batu bara dengan nilai kalori rendah (LCV), serta pengoperasian kiln yang paling efisien, biaya distribusi yang lebih rendah serta efisiensi di biaya penjualan dan administrasi," jelas Direktur & Corporate Secretary Antonius Marcos, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 11 November 2021.

Selain itu, tingkat komposisi bahan bakar alternatif di triwulan III-2021 meningkat menjadi 11,8 persen dari setahun penuh 2020 yaitu sebesar 9,3 persen. Serta tingkat penggunaan batu bara LCV berada pada 88 persen pada triwulan III-2021 dari setahun penuh 2020 yaitu sebesar 80 persen.

Persentase margin laba kotor dipertahankan pada 33,9 persen dengan kenaikan nilai rupiah sebesar 4,5 persen dari Rp3,4 triliun menjadi Rp3,5 triliun. Selanjutnya, marjin pendapatan operasional meningkat dari 11 persen menjadi 13,3 persen dan marjin EBITDA meningkat dari 19,8 persen menjadi 22,3 persen.

Kemudian, perseroan mencatatkan pendapatan keuangan yang lebih rendah sebesar 52 persen dari Rp235,2 miliar di triwulan III-2020 menjadi Rp112,8 miliar yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga yang lebih rendah dari penurunan suku bunga progresif oleh Bank Indonesia sejak tahun lalu.

Sementara itu, laba periode berjalan meningkat 8,2 persen menjadi Rp1,2 triliun di triwulan III-2021 dibandingkan periode sebelumnya di posisi Rp1,11 triliun.

Volume penjualan semen dan klinker

Adapun volume penjualan domestik (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 12,7 juta ton per triwulan III-2021. Angka ini lebih tinggi 594,8 ribu ton atau naik 4,9 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Volume domestik untuk produk semen saja tercatat sebesar 12,0 juta ton, lebih tinggi 328,4 ribu ton atau naik 2,8 persen. Sehingga pangsa pasar perusahaan di triwulan III-2021 sebesar 25,5 persen.

Volume penjualan perseroan untuk luar Jawa tumbuh 9,2 persen dengan pangsa pasar 15,6 persen, lebih tinggi dari Jawa sebesar 0,5 persen dengan pangsa pasar 34,1 persen. Peningkatan di luar Jawa terutama terjadi di Sulawesi dengan pertumbuhan volume penjualan sebesar 48 persen dengan pangsa pasar 9,3 persen.

"Hal ini terutama didukung oleh pertumbuhan produk bulk dari proyek smelter di Konawe, diikuti oleh pertumbuhan penjualan di Kalimantan sebesar 12,7 persen dengan pangsa pasar 21 persen, dan Sumatra sebesar 9,5 persen dengan pangsa pasar 13 persen," jelasnya.
 
 
 

Neraca keuangan yang tangguh

Perseroan juga membukukan posisi kas bersih dengan kas dan setara kas menjadi Rp6,8 triliun per 30 September 2021. Arus kas ini dihasilkan dari operasi dan upaya manajemen untuk meningkatkan modal kerja sebagai kunci untuk mempertahankan neraca perseroan yang tangguh.

Selanjutnya, total pembayaran dividen untuk 2020 adalah Rp725 per saham dengan dividen interim yang dibagikan pada Desember 2020 sebesar Rp225 per saham. Serta dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Juli 2021 sebesar Rp500 per saham yang dibagikan pada Agustus 2021.

"Dengan posisi neraca keuangan yang kuat dan tidak adanya utang bank, Indocement tetap tangguh selama masa pemulihan ekonomi saat ini dan dari kondisi kelebihan pasokan industri semen yang berkelanjutan, termasuk partisipasi dalam kemungkinan konsolidasi industri semen di masa depan," paparnya.

Di sisi lain, setelah gelombang besar pandemi covid-19 pada Juli, perseroan mengapresiasi langkah pemerintah yang berhasil mengendalikan penyebaran covid-19 dengan disertai tingkat vaksinasi yang lebih tinggi.

"Sebagai akibatnya, kami telah melihat pemulihan ekonomi yang progresif seiring dengan langkah Pemerintah secara bertahap melonggarkan pembatasan. Hal ini tentu berdampak positif pada kegiatan konstruksi selain pengeluaran anggaran akhir tahun untuk proyek infrastruktur dan komersial, termasuk beberapa manfaat insentif untuk sektor perumahan (PPN atas rumah baru, suku bunga yang lebih rendah, dan relaksasi LTV/FTV), namun faktor terkait cuaca perlu dicermati karena akan lebih banyak curah hujan dari datangnya La Nina," jelasnya.

Naikkan harga semen

Dengan harga energi yang tinggi, terutama pada harga batu bara dengan volatilitas yang tinggi baru-baru ini, Indocement mulai menaikkan harga semen untuk meneruskan sebagian dari kenaikan biaya produksi kami tapi kami terus harus menyeimbangkan dengan naik-turunnya pangsa pasar perseroan di pasar.

"2021 secara keseluruhan, perseroan tetap positif terhadap konsumsi semen domestik yang tumbuh 4-4,5 persen. Dari sisi biaya, Indocement terus fokus pada pengendalian biaya, operasi yang efisien, dan transformasi digital di seluruh bisnis kami," pungkasnya.

(AHL)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id