comscore

Perdagangan Aset Kripto Diperbolehkan Secara Hukum Islam

Husen Miftahudin - 09 September 2021 11:23 WIB
Perdagangan Aset Kripto Diperbolehkan Secara Hukum Islam
Ilustrasi. Foto: AFP
Jakarta: Forum kajian Islam yang diselenggarakan Islamic Lawfirm dan Wahid Foundation, Bahtsul Masail menyatakan aset kripto diperbolehkan secara Hukum Islam.

Hal ini setelah Kiai dan Ulama Bahtsul Masail mendengarkan pemaparan dan penjelasan lengkap mengenai aset kripto dari kalangan pemerintah yang diwakili Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag), pengamat pasar modal, serta para pelaku usaha.
"Aset kripto dalam hal ini Bitcoin bisa dikategorikan dalam bentuk mal atau kekayaan. Namun, kekayaan tersebut tidak bisa masuk kategori umlah (mata uang) atau sil'ah (barang). Jual beli yang tidak ada kepastian itu tidak sah. Namun saat Bahtsul Masail kemarin dan mendengar penjelasan soal btcoin, jelas itu sah karena bisa dimiliki," ungkap salah satu perumus hasil Bahtsul Masail KH Muhammad Najib Bukhori dalam keterangan resminya, Kamis, 9 September 2021.

Menurut Najib Bukhori, aset kripto adalah teknologi baru yang tak terelakkan meskipun perlu adaptasi dengan teknologi karena sifatnya yang dinamis. Dalam hal ini, pemerintah perlu turun tangan untuk memberikan regulasi dan menguatkan jaminan kalau aset kripto adalah sesuatu yang bisa dipercaya dan bisa dipastikan keamanannya disamping perlu pula edukasi kepada masyarakat bahwasanya aset kripto bisa untuk menyimpan kekayaan.

"Haramnya suatu benda itu terjadi karena bendanya itu sendiri atau karena hal lain. Jangan sampai ini menjadi celah transaksi yang menyimpang atau celah pencucian uang," paparnya.

Bahtsul Masail telah mengeluarkan rekomendasi terhadap hukum aset kripto, boleh diperdagangkan karena telah diawasi Bappebti. Rekomendasi Bahtsul Masail ini berdasarkan prinsip dasar bahwa hukum dari kegiatan perekonomian dan transaksi bisnis diperbolehkan, namun berbagai kegiatan ekonomi dan transaksinya harus mengikuti rambu-rambu yang telah ditentukan.

Bahtsul Masail juga menyepakati bahwa aset kripto dapat dikategorikan sebagai benda, meskipun tidak memiliki bentuk fisik. Karena aset kripto berada di dunia maya, para ulama dan kiai menganalogikan aset kripto seperti uang virtual lain untuk pembayaran token listrik dan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, CEO Indodax Oscar Darmawan sepakat dengan rekomendasi dari Bahtsul Masail yang memperbolehkan perdagangan aset kripto secara hukum Islam. Menurutnya, jajak pendapat tersebut menjadi ruang penting dimana para stakeholder telah menjelaskan secara rinci kepada para pemuka agama Islam tentang seluruh hal yang berkaitan dengan aset kripto.

"Kami berharap agar rekomendasi dari Bahtsul Masail yang memperbolehkan perdagangan aset kripto secara Hukum Islam dapat menjadi masukan kepada para pengambil kebijakan di Indonesia," ujarnya.

Selama ini, aset kripto masih belum memiliki ketentuan hukum yang jelas dari sisi halal atau haram. Sehingga, rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi pertimbangan para ulama dan pemangku agama Islam di Indonesia.

Oscar juga menyatakan kesiapannya dalam membantu mengedukasi kepada masyarakat agar dapat lebih memahami aset kripto. Salah satu poin rekomendasi adalah aset kripto harus dapat dicegah dari penyalahgunaan tindak pidana, seperti pencucian uang, narkoba, dan tindak pidana lainnya.

"Kami juga sudah memberlakukan syarat dan ketentuan agar member tidak menyalahgunakan dan melakukan tindak pidana dan pelanggaran hukum. Tentunya, juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," sebut dia.

Indodax sebagai exchanges bitcoin and crypto telah mematuhi aturan dari pemerintah. Aset kripto juga telah memiliki landasan hukum, yaitu peraturan dan diawasi oleh Bappebti Kementerian Perdagangan.

"Karena kami memang menghadirkan aset kripto dan teknologi blockchain untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia dan mengikuti ketentuan yang berlaku demi menciptakan iklim ekonomi yang sehat," pungkas Oscar..

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id