comscore

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Bantu Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal I

Husen Miftahudin - 28 April 2022 11:08 WIB
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Bantu Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal I
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat stabilitas sektor jasa keuangan hingga kuartal I-2022 tetap terjaga dan bertumbuh seiring dengan peningkatan fungsi intermediasi di sektor perbankan dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB), serta menguatnya pasar domestik.

Dalam keterangan resminya, OJK menyampaikan pasar saham Indonesia masih menguat sampai dengan 22 April 2022. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menguat sebanyak 2,2 persen (mtd) dan kembali mencatatkan all time high pada level 7.276,19 di Kamis, 21 April 2022.
"Penguatan ini juga diikuti dengan net buy nonresiden di pasar saham dengan nilai mencapai Rp14,73 triliun (mtd). Sementara itu di pasar SBN (Surat Berharga Negara), nonresiden mencatatkan outflow sebesar Rp5,74 triliun sehingga turut mendorong peningkatan rerata yield 14,5 bps," jelas OJK, Kamis, 28 April 2022.

Adapun penghimpunan dana di pasar modal melalui Penawaran Umum Saham, Obligasi, dan Sukuk hingga 26 April 2022 telah mencapai nilai Rp85,0 triliun, dengan penambahan emiten baru sebanyak 20 emiten. "Hal ini menunjukkan optimisme investor domestik maupun global atas perekonomian domestik yang terus pulih," sebutnya.

Fungsi intermediasi perbankan pada Maret 2022 juga kembali mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan kredit sebesar 6,67 persen (yoy) dan 1,75 persen (mtm), dengan seluruh kategori debitur mencatatkan kenaikan, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ritel.

Secara sektoral, mayoritas sektor utama mencatatkan kenaikan kredit secara bulanan, terutama perdagangan, manufaktur, dan rumah tangga masing-masing sebesar Rp20,2 triliun, Rp19,3 triliun, dan Rp16,7 triliun. Hal tersebut mencerminkan dukungan perbankan dalam pemulihan ekonomi nasional terus membaik.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,95 persen (yoy) dan 1,32 persen (mtm), terutama didorong oleh giro yang tumbuh sebesar Rp88,56 triliun.

"OJK juga terus mendorong terbentuknya tingkat suku bunga perbankan yang lebih efisien, pada periode pemantauan tingkat suku bunga secara umum masih melanjutkan tren penurunan," terang OJK.

Rata-rata suku bunga kredit tertimbang dari Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), dan Kredit Konsumtif (KK) pada Maret 2022 tercatat sebesar 9,07 persen atau menurun dibandingkan periode sebelumnya. Begitupun dengan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang menurun menjadi sebesar 7,38 persen.

Pada sektor IKNB, piutang perusahaan pembiayaan terpantau dalam tren meningkat dengan nominal tercatat sebesar Rp374 triliun pada Maret 2022. Terutama didorong oleh jenis pembiayaan modal kerja dan investasi dengan mayoritas sektoral mengalami pertumbuhan positif.

"Premi asuransi umum sudah mulai tumbuh positif pada Maret 2022 sebesar 3,8 persen (yoy) setelah bulan sebelumnya terpantau kontraksi sebesar 3,5 persen. Namun demikian, premi asuransi jiwa masih terkontraksi sebesar 14,1 persen (yoy)," tutup OJK.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id