OJK Dorong Pembentukan Perusahaan Reasuransi Berskala Besar

    Husen Miftahudin - 24 September 2020 19:05 WIB
    OJK Dorong Pembentukan Perusahaan Reasuransi Berskala Besar
    Ilustrasi reasuransi - - Foto: Medcom
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong terbentuknya perusahaan reasuransi berskala besar di Indonesia. Hal ini lantaran daya saing industri asuransi dalam negeri masih tertinggal bila dibandingkan negara Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

    "Untuk itu OJK mendorong konsolidasi antarpelaku industri asuransi dalam rangka membentuk perusahaan reasuransi domestik dengan dukungan kapasitas retensi yang lebih besar agar dapat menyerap risiko asuransi domestik secara lebih optimal dan mengurangi defisit transaksi berjalan pada sektor industri asuransi," kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi dalam seminar virtual Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Kamis, 24 September 2020.

    Selain itu, OJK juga melihat bahwa kondisi krisis yang terjadi akibat pandemi covid-19 saat ini juga menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat permodalan pelaku industri asuransi, khususnya melalui proses konsolidasi.

    "Selain kapasitas permodalan, pihak reasuransi juga memainkan peran yang ideal sebagai pendukung bagi perusahaan asuransi yang menyediakan fungsi strategis, selain juga sebagai penyedia dukungan reasuransi," paparnya.

    Perusahaan-perusahaan asuransi yang tergabung dalam 'reasuransi jumbo' tersebut juga bisa memberikan review atas kesesuaian dukungan reasuransi yang sedang berjalan. Termasuk dalam hal pengembangan desain reasuransi yang ideal, penyediaan data-data statistik untuk memperhitungkan premi, hingga pengembangan produk asuransi melalui knowledge sharing terintegrasi.

    Oleh karena itu, kegiatan operasional reasuransi harus didukung dengan keberadaan sumber daya manusia yang memenuhi standar kualifikasi keahlian yang relevan dengan industri asuransi, seperti dalam kegiatan underwriting, aktuaria, serta analisis data.

    "Selain penguatan dukungan permodalan dan kompetensi teknis, kondisi pandemi saat ini juga menunjukkan peran penting dari pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan daya saing pelaku industri asuransi nasional. Jadi mau tidak mau kita memang harus mengalihkan perhatian kita untuk pengembangan daripada teknologi informasi ini," tegas Riswinandi.

    Ia menjelaskan bahwa selain mengurangi defisit neraca perdagangan, perusahaan reasuransi berskala besar juga penting demi mempersiapkan industri reasuransi nasional, akibat kebijakan Peraturan OJK (POJK) Nomor 39/2020.

    "POJK 39/2020 ini terbit karena dinamika dari perdagangan internasional tadi, kita harus memberikan keleluasaan untuk meningkatkan efektivitas penyebaran risiko program reasuransi, namun mendorong penyebaran risiko kepada reasuransi luar negeri ini dilakukan secara bertahap," tambahnya.

    Relaksasi ini akan dilakukan secara bertahap, yakni mengurangi dukungan reasuransi dan reasuradur dalam negeri hingga 50 persen secara sampai akhir 2020 untuk jenis risiko sederhana, dan sampai 2022 untuk jenis risiko nonsederhana.

    Namun demikian, OJK tetap mengatur batasan relaksasi terhadap dukungan reasuransi luar negeri, yaitu hanya dapat diberikan dalam hal dukungan reasuransi diperoleh dari reasuradur luar negeri yang berdomisili di negara mitra yang memiliki perjanjian bilateral dengan Indonesia.

    "Oleh karena itu, ke depan perusahaan asuransi umum dan perusahaan reasuransi besar domestik juga perlu meningkatkan kemandirian dalam hal upaya penguatan daya saing perusahaan untuk dapat berkompetisi dengan para reasuradur internasional," tutup dia.  

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id