PSBB Total DKI Picu Membludaknya Jumlah Kredit Macet

    Husen Miftahudin - 10 September 2020 19:36 WIB
    PSBB Total DKI Picu Membludaknya Jumlah Kredit Macet
    Ilustrasi kredit macet perbankan - - Foto: dok MI
    Jakarta: Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) akan meningkat seiring kembali diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total di DKI Jakarta. Pada Juli 2020, rasio NPL gross secara industri mengalami peningkatan menjadi 3,22 persen dari 3,11 persen di Juni 2020.

    "Peningkatan NPL pada masa pandemi covid-19 dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan kredit dari sisi permintaan. Khususnya permintaan kredit modal kerja yang cenderung melambat seiring dengan penurunan aktivitas perekonomian dari sisi produksi," ujar Josua kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis, 10 September 2020.

    Josua menerangkan pada kuartal II-2020 terjadi kontraksi pada hampir seluruh sektor usaha. Hal ini menandakan bahwa pandemi covid-19 berdampak negatif terhadap mayoritas sektor usaha.

    Salah satu sektor yang mengalami kontraksi cukup dalam adalah sektor perdagangan yang terkontraksi sebesar 7,6 persen yoy pada kuartal II-2020. Padahal sektor ini merupakan salah satu sektor terbesar yang menyumbang permintaan kredit dengan proporsi sebesar 17,08 persen dari total kredit.

    Per Juni 2020, sektor perdagangan mengalami pertumbuhan kredit sebesar minus 5,38 persen. Sektor ini juga mempunyai tingkat NPL sebesar 4,59 persen.

    "Sektor dari perdagangan ini sendiri berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Sehingga tanpa adanya pemulihan ekonomi yang signifikan, maka pertumbuhan kredit di sektor ini akan terhambat," ucap dia.

    Ke depannya, sebut Josua, tingkat NPL diperkirakan masih akan mengalami tren kenaikan. "Terutama dalam beberapa bulan ke depan mengingat PSBB kembali diterapkan di DKI Jakarta, dan akan kembali menghambat aktivitas perekonomian secara umum," urai Josua.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik pelonggaran PSBB, pembatasan transisi dihapus dan dikembalikan seperti awal. "Tidak ada pilihan bagi Jakarta kecuali untuk menarik rem darurat sesegera mungkin," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 9 September 2020.

    Menurut dia, situasi pandemi di Jakarta masuk kategori darurat. Keputusan ini telah disepakati dalam rapat gugus tugas percepatan penanganan korona di Jakarta.

    Semua pihak diminta menerapkan Work from Home (WfH) atau bekerja dari rumah. "Jadi prinsipnya mulai Senin, 14 September kegiatan perkantoran yang non-esensial diharuskan untuk melaksanakan WFH. Bukan kegiatan berusaha yang berhenti, tapi kegiatan berkantornya yang dihilangkan," tutur Anies.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id