LPS Jamin Perbankan dalam Kondisi Stabil

    Eko Nordiansyah - 10 April 2020 10:01 WIB
    LPS Jamin Perbankan dalam Kondisi Stabil
    Lembaga Penjamin Simpanan. Foto: dok MI.
    Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin secara umum kondisi perbankan di Indonesia masih stabil dilihat dari beberapa indikatornya. Hal ini guna mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang menyebut adanya delapan bank berpotensi gagal.

    "Sehubungan dengan munculnya berita-berita terdapat delapan bank yang berpotensi gagal, kami ingin menegaskan bahwa berita tersebut tidak benar," kata Sekretaris LPS Muhamad Yusron dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, 10 April 2020.

    Beberapa indikator per Februari 2020 menunjukkan tingkat permodalan perbankan mencapai 22,27 persen, kondisi likuiditas yang relatif cukup dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 91,76 persen. Beberapa bank bahkan memiliki LDR lebih rendah terutama BUKU 1 dan 2 yang berada di level 81 hingga 82 persen.

    Sementara risiko kredit (NPL gross) terpantau stabil di level 2,79 persen dengan ROA 2,46 persen. Selain itu, simpanan juga masih menunjukkan pertumbuhan year on year sebesar 9,79 persen dan tren rata-rata suku bunga simpanan industri perbankan yang masih turun menjadi 5,50 persen.

    Baca: LPS: Kondisi Perbankan Normal Waspada

    "LPS secara berkala membuat skenario yang bertujuan menguji kecukupan dana LPS dalam melaksanakan fungsinya menjamin simpanan nasabah dan resolusi bank," jelas dia.

    Dalam situasi normal, skenario yang digunakan LPS adalah menangani satu bank kecil, satu bank menengah besar, dan lima BPR. Dalam situasi tidak normal, kemampuan pendanaan LPS dewasa ini mampu menangani empat sampai lima bank kecil dan sebagian bank menengah.

    Dalam hal pendanaan LPS tidak mencukupi, berdasarkan Pasal 20 ayat (1) huruf b jo. Pasal 24 ayat (1) Perpu Nomor 1 Tahun 2020, LPS dapat melakukan/menerima penjualan/repo SBN yang dimiliki LPS kepada Bank Indonesia, penerbitan surat utang, pinjaman kepada pihak lain, dan/atau pinjaman kepada pemerintah.

    "Kebutuhan pendanaan LPS sebagaimana dimaksud merupakan bagian tindakan antisipasi dan forward looking KSSK untuk mencegah pemburukan perekonomian nasional dan/atau menjaga stabilitas sistem keuangan," ungkapnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id