Awal September, Dana Asing Rp2,56 Triliun 'Pulang Kampung'

    Husen Miftahudin - 04 September 2020 16:29 WIB
    Awal September, Dana Asing Rp2,56 Triliun 'Pulang Kampung'
    Ilustrasi capital outflow - - Foto: MI/ Ramdani
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat dana-dana asing di pasar keuangan domestik pulang kampung sepanjang awal pekan September 2020. Berdasarkan data transaksi 31 Agustus hingga 3 September 2020, nonresiden (investor asing) di pasar keuangan domestik jual neto (capital outflow) sebesar Rp2,56 triliun.

    Minggatnya dana asing dari pasar keuangan domestik lantaran besarnya jual neto di pasar saham sebanyak Rp4,13 triliun. Sementara di pasar Surat Berharga Negara (SBN), investor asing justru memborong investasi dengan melakukan aksi beli neto (capital inflow) sebesar Rp1,57 triliun.

    "Berdasarkan data setelmen selama 2020 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp149,19 triliun," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko yang tertuang dalam perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 4 September 2020.

    Adapun premi risiko atau credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun turun ke 85,72 bps per 3 September 2020 dari 93,41 bps per 28 Agustus 2020. CDS merupakan indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN.

    Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya, jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.

    Meskipun demikian, kondisi minggatnya dana asing justru membuat nilai tukar rupiah mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan pagi hari ini, rupiah berada di posisi Rp14.700 per USD, menguat bila dibandingkan dengan penutupan perdagangan Kamis, 3 September 2020 di level Rp14.760 per USD.

    Hingga pukul 15.00 WIB, Bloomberg mencatat nilai tukar rupiah menguat ke posisi Rp14.750 per USD dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.585 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 27 poin atau setara 0,19 persen.

    Sedangkan menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.755 per USD. Rupiah mengalami penguatan sebanyak 60 poin atau setara 0,40 persen, dari Rp14.815 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.792 per USD atau menguat 26 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.818 per USD.

    Bank Indonesia, tegasnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran pandemi covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

    "Juga melakukan langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup Onny.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id