Naik 7%, BCA Catat Laba Rp7 Triliun

    Annisa ayu artanti - 22 April 2021 17:35 WIB
    Naik 7%, BCA Catat Laba Rp7 Triliun
    BCA mencatat peningkatan laba bersih pada kuartal I-2021. Foto: dok.MI



    Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat laba bersih yang dibukukan pada kuartal I-2021 sebesar Rp7 triliun. Capaian tersebut meningkat tujuh persen dibandingkan dengan kuartal I-2020.

    Perolehan laba bersih tersebut sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi. Tercatat, portofolio total kredit dan obligasi korporasi telah relatif stabil sejak Desember 2020, mencapai Rp610 triliun per 31 Maret 2021.






    "Kinerja solid BCA dan entitas anak tidak lepas dari dukungan para nasabah, regulator, dan seluruh pihak terkait, yang senantiasa bergandengan tangan dengan kami dalam melewati masa-masa sulit ini," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam konferensi pers virtual, Kamis, 22 April 2021.

    Dalam hal pembiayaan, BCA mencatat selama kuartal I-2021 fasilitas kredit untuk bisnis naik hingga enam persen secara tahunan (yoy). Namun, aktivitas bisnis yang belum pulih sepenuhnya tidak dipungkiri telah membuat total kredit BCA terkoreksi menjadi Rp586,8 triliun di akhir Maret 2021.

    Kredit korporasi tercatat mencapai Rp262,6 triliun di Maret 2021, naik 0,9 persen (yoy). Sementara itu, kredit komersial dan UKM turun 6,4 persen (yoy) menjadi Rp178,9 triliun.

    Lalu, total kredit konsumer terkontraksi 10 persen (yoy) menjadi Rp139,5 triliun. Pada portofolio kredit konsumer, KPR turun 3,4 persen (yoy) menjadi Rp89,4 triliun, serta Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) berkurang 23,7 persen (yoy) menjadi Rp36 triliun. Saldo outstanding kartu kredit turun 10,2 persen (yoy) ke Rp11,1 triliun.

    Lebih lanjut, dari sisi dana pihak ketiga pada kuartal I-2021 BCA mencatat current account and savings account (CASA) naik 15,4 persen (yoy) mencapai Rp655,8 triliun, capaian CASA berkontribusi bagi kenaikan total dana pihak ketiga yang sebesar 14,6 persen (yoy) menjadi Rp849,4 triliun. Sedangkan untuk deposito berjangka meningkat 12,2 persen (yoy) menjadi Rp193,6 triliun.

    "Kuatnya pertumbuhan dana pihak ketiga mendorong total aset tumbuh 12,1 persen (yoy) menjadi Rp1.090,4 triliun di akhir Maret 2021," sebutnya.

    Jahja juga menuturkan, solidnya pertumbuhan dana pihak ketiga memungkinkan BCA untuk mencetak pendapatan bunga yang lebih tinggi dari aset treasury, sehingga menyeimbangkan penurunan imbal hasil (yield) dan outstanding kredit yang lebih rendah.

    Tercatat, BCA membukukan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 3,3 persen (yoy) menjadi Rp14,1 triliun pada kuartal I-2021. Di sisi lain, pendapatan non-bunga berkurang menjadi Rp4,9 triliun, atau turun 14,5 persen (yoy).

    Sementara dari sisi permodalan BCA tetap berada di posisi yang solid dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 24,5 persen, lebih tinggi dari ketetapan regulator, serta likuiditas tetap memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 65,2 persen.

    Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) juga terjaga sebesar 1,8 persen Sedangkan rasio pengembalian terhadap aset (return on asset/ROA) tercatat sebesar 3,1 persen, dan rasio pengembalian terhadap ekuitas (return on equity/ROE) sebesar 15,8 persen.    

    "Sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi, BCA tetap optimistis dalam memanfaatkan peluang bisnis di seluruh segmen pada tahun ini," pungkas Jahja.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id