Efek Biden Bakal Pulihkan Ekonomi Negara Berkembang

    Annisa ayu artanti - 09 November 2020 16:57 WIB
    Efek Biden Bakal Pulihkan Ekonomi Negara Berkembang
    Presiden ke-46 AS, Joe Biden. Foto: CNET/Getty Images.
    Jakarta: Kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris dalam pemilihan presiden dan wakil presiden Amerika Serikat 2020 memberikan sentimen positif terhadap perekonomian dan pasar keuangan global.

    Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai kemenangan Biden kemungkinan akan diikuti oleh kemenangan partai Demokrat di kongres dan senat Amerika Serikat. Hal tersebut akan mengurangi potensi ketidakstabilan politik khususnya terkait politik anggaran Amerika Serikat.

    "Dengan posisi kemenangan Biden dan didukung oleh kemenangan partai Demokrat, maka tambahan stimulus fiskal Amerika Serikat diperkirakan akan dapat terealisasi sehingga akan dapat mendorong pemulihan ekonomi Amerika Serikat," kata Josua kepada Medcom.id, Senin, 9 November 2020.

    Josua menjelaskan pemulihan ekonomi negara Adidaya tersebut akan memberi efek ganda bagi perekonomian global serta mendorong pemulihan ekonomi negara berkembang, termasuk stabilnya pasar keuangan negara berkembang.

    Jika secara bersamaan stimulus fiskal dalam skala nominal besar juga terealisasi, maka berpotensi mendorong foreign capital inflow ke pasar keuangan Indonesia terutama pasar SBN (Surat Berharga Negara).

    Ia optimistis mengatakan demikian lantaran fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih baik dan real return yang masih atraktif jika dibandingkan dengan obligasi pemerintah di kawasan negara berkembang.

    "Dengan potensi prospek pemulihan ekonomi Indonesia yang cenderung lebih cepat dibandingkan dengan negara lain di kawasan negara berkembang, maka kondisi pengelolaan fiskal pemerintah Indonesia diperkirakan akan cenderung manageable terindikasi dari level defisit APBN yang akan kembali pada fiscal rule minus tiga persen terhadap PDB pada 2023, sehingga akan mendorong kondisi yang terkendali pada debt sustainability," jelasnya.

    Ia juga menuturkan, sepanjang November investor asing membukukan net buy sekitar USD55juta dan kepemilikan investor asing pada SBN cenderung meningkat terindikasi dari yield SBN 10 tahun yang tercatat turun sekitar 40 bps sepanjang November menjadi saat ini di level 6,21 persen.

    Dari sisi fundamental, stabilnya rupiah juga terjadi. Rupiah stabil ditopang oleh keseimbangan eksternal yang terindikasi oleh neraca pembayaran Indonesia serta tren cadangan devisa.

    Adapun pergerakan cadangan devisa hingga akhir tahun diperkirakan masih berpotensi meningkat seiring dengan potensi peningkatan surplus neraca pembayaran Indonesia pada kuartal IV-2020.

    "Surplus transaksi finansial cenderung akan meningkat pada kuartal IV-2020 sejalan dengan peningkatan foreign inflow di pasar keuangan secara khusus di pasar SBN domestik," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id