Bakal Dikucuri PMN, BTN Siap Right Issue Rp2 Triliun

    Ade Hapsari Lestarini - 08 Juli 2021 21:42 WIB
    Bakal Dikucuri PMN, BTN Siap <i>Right Issue</i> Rp2 Triliun
    Foto: dok BTN.



    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap menggelar rights issue setelah pemerintah mengumumkan akan menambah modal perseroan sebesar Rp2 triliun melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

    Dana hasil rights issue akan digunakan perseroan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

     



    "Penambahan modal ini murni untuk mendukung bisnis BTN dalam rangka pemenuhan rumah rakyat yang jumlahnya terus meningkat walaupun pada masa pandemi, kendati ada backlog dan tetap harus dipenuhi kebutuhannya," ujar Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu di Jakarta, Kamis, 8 Juli 2021.

    Dia menerangkan, penambahan modal ini murni untuk menjaga rasio permodalan perseroan. Sedangkan aspek likuiditas dapat dipenuhi baik melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun melalui pengembangan dana pihak ketiga.

    "Penyediaan KPR untuk memiliki rumah bagi segmen MBR ini membutuhkan penambahan modal, karena untuk menjaga ketentuan rasio permodalan (CAR) sebesar di atas 18 persen pada 2024," tegas Nixon.

    Baca: Simak Daftar 12 BUMN yang Diusulkan Raih Suntikan Modal Rp72 Triliun pada 2022

    Dia menjelaskan, sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan, peran BTN sangat penting sebagai motor penggerak ekonomi khususnya dalam sektor properti. Apalagi sektor properti termasuk sektor yang menjadi andalan pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi.

    Nixon mengatakan, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah menetapkan setiap tahun BTN harus memenuhi pembiayaan perumahan sekitar 200 ribu-300 ribu unit rumah hingga 2024. Tugas tersebut tentunya membutuhkan modal yang tidak kecil.

    Selain itu, perseroan juga harus menyediakan KPR bagi MBR, menyiapkan fasilitas kredit konstruksi bagi developer yang akan membangun perumahan subsidi. Hal ini dilakukan agar BTN juga bisa mengurangi angka backlog perumahan yang mencapai 11 juta unit.

    "Dengan upaya bersama dari seluruh pihak baik pemerintah, asosiasi, serta dibantu bank lain, bisa ada 600 ribu unit rumah yang dibiayai per tahun. Artinya pada 2030 angka backlog bisa turun menjadi empat juta-4,5 juta," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id