comscore

Kenaikan Harga Timah Dorong Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi di 2021

Husen Miftahudin - 03 Januari 2022 12:45 WIB
Kenaikan Harga Timah Dorong Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi di 2021
Timah. Foto : AFP.
Jakarta: Komisaris Utama PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Said Aqil Siradj mengharapkan semua pihak yang terkait dalam perdagangan berjangka komoditi bisa menghadirkan produk-produk baru dan menjadi wadah bagi perdagangan komoditi unggulan Indonesia pada 2022 ini.

"ICDX berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan sinergi dengan berbagai pihak untuk dapat mewujudkan perdagangan berjangka komoditi Indonesia yang modern melalui infrastruktur perdagangan terintegrasi dan pendalaman pasar," ujar Said dalam acara Pembukaan Perdagangan Berjangka Komoditi 2022 secara virtual, Senin, 3 Januari 2022.
Said mengungkapkan, pada 2020 saat covid-19 baru muncul di Indonesia, pihaknya berhasil mengaktifkan kembali pasar timah di bursa dan menstabilkan harga timah. Kemudian di 2021, BKDI berhasil mencatatkan kenaikan harga yang signifikan pada komoditas timah.

Adapun harga timah di ICDX berhasil menembus level USD41 ribu per metrik ton (MT). Harga ini merupakan rekor tertinggi secara global, bahkan melampaui harga timah di Bursa London Metal Exchange (LME).

Ia menuturkan bahwa timah merupakan komoditas strategis dimana Indonesia menjadi eksportir nomor satu dunia. Integrasi infrastruktur perdagangan di ICDX Group pun berhasil meningkatkan jumlah buyer timah menjadi 41 perusahaan yang berasal dari Asia hingga Eropa dengan jumlah penjual timah sebanyak 38 perusahaan.

"Kami berharap prestasi ini dapat menjadi batu loncatan menuju kesejahteraan perdagangan komoditas unggulan Indonesia," tutur dia.

Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana menyampaikan volume transaksi perdagangan berjangka komoditi pada periode Januari hingga November 2021 mencapai 12,3 juta lot.

"Angka tersebut naik dibandingkan periode yang sama di 2020 sebesar 2,2 persen dengan kontrak berjangka komoditi yang paling banyak ditransaksikan adalah gold, oil, dan currency," urainya.

Sementara itu, lanjutnya, volume perdagangan pada periode Januari hingga 20 Desember 2021 di ICDX mengalami pertumbuhan 28 persen dibandingkan periode yang sama 2020. Untuk transaksi multilateral pada periode Januari hingga 20 Desember 2021 mencatatkan total volume transaksi sebesar 699 ribu lot atau senilai Rp174,5 triliun.

Wisnu menjelaskan, kontrak multilateral yang paling banyak ditransaksikan pada periode tersebut adalah produk gold (emas), oil (minyak), dan forex (mata uang). Produk-produk tersebut pun menjadi kontributor utama dalam peningkatan transaksi multilateral di BKDI.

"Transaksi kontrak multilateral untuk produk gold, oil, dan forex menjadi salah satu faktor yang mendukung meningkatnya transaksi multilateral di BKDI dengan volume transaksinya mencatatkan pertumbuhan secara year on year-nya (yoy) hingga 112 persen," pungkas Wisnu.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id