Anjloknya IHSG Jadi Kesempatan bagi Investor Jangka Panjang

    Arif Wicaksono - 18 Maret 2020 08:48 WIB
    Anjloknya IHSG Jadi Kesempatan bagi Investor Jangka Panjang
    Illustasi. Foto : MI/Panca.
    Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sudah turun dalam sebesar 29 persen secara year to date menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk berinvestasi. Karena sejauh ini kepanikan virus korona tak memengaruhi fundamental dari perusahaan.

    Pengamat pasar modal Ryan Filbert menjelaskan bahwa fenomena yang ada saat ini membuat orang memegang uang tunai sehingga pasar keuangan turun dalam. Hal ini bisa dilihat ketika harga komoditi seperti emas dan bahkan mata uang kripto turun dalam beberapa hari ini.

    "Sepertinya seluruh orang memilih cash in hand karena orang jadi terlalu berlebihan untuk melihat pandemi virus korna ke arah yang menakutkan," kata dia kepada Medcom.id, Rabu, 18 Maret 2020.

    Penulis buku tentang saham ini juga bahkan mengatakan bahwa penyakit seperti demam berdarah, TBC lebih banyak membunuh orang ketimbang virus korona. Kepanikan atas wabah virus korona ini muncul secara berlebihan karena penyebaran virus itu dan informasi melalui sosial media yang berlebihan.

    Seharusnya investor melihat perusahaan dengan melihat fundamental dari perusahaan tersebut. Jika kinerjanya rugi maka harga saham akan turun, kemudian lihat juga rasio utang dari perusahaan sehingga dampak perekonomian global ini tak menganggu kinerja emiten.

    "Kalau sebagai trader tak bisa ambil jangka pendek lebih baik enggak usah trading dulu, kalau badai misalnya melaut jadi mati konyol," kata dia.

    Dia juga menjelaskan bahwa tak ada yang tahu pasti apakah ini akan seperti pada krisis 2008 atau 1998. Hal ini karena ada kemungkinan positif yang bisa mengerek pasar saham. Dia menjelaskan beberapa skenario yang bisa menyebabkan kenaikan IHSG.

    "Sebentar lagi akan masuk kemarau. Sinar matahari bisa melawan virus. Kemudian Presiden AS terpilih juga bisa memberikan kabar baik. Kemudian jika nanti ditemukan antivirus korona siap, maka pada akhirnya kita hanya menunggu-nunggu IHSG di level terendah," jelas dia.

    Dia juga mengatakan bahwa jumlah penduduk indonesia yang mencapai empat penduduk terbesar di dunia akan membuat indonesia cepat pulih dari krisis. Dia mengacu kepad krisis pada 2008 yang waktu pemulihannya mencapai enam bulan sampai setahun.

    "Saya yakin bahwa empat penduduk terbesar didunia serta memiliki kekayaan alam yang langka bahwa andaikan ada krisis enggak akan lama, sepertinya pemerintah juga cukup siap menanggapi isu krisis dengan insentif perekonomian," jelas dia.

    Untuk rekomendasi sektor saham, Ryan menjelaskan bahwa sektor yang relatif kuat dari guncangan krisis adalah konsumer, kesehatan, pendidikan, dan hiburan serta keuangan. Kemudian ada sektor yang high risk seperti pertambangan, CPO, dan yang siklus seperti infrastruktur. Dia meyakini sampai akhir tahun IHSG bisa berada pada level 6.000.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id