Emiten Produsen Pupuk SAMF Optimistis Tumbuh di Tengah Pandemi

    Ade Hapsari Lestarini - 10 Mei 2021 08:48 WIB
    Emiten Produsen Pupuk SAMF Optimistis Tumbuh di Tengah Pandemi
    Pabrik pupuk milik emiten Saraswanti. Foto: dok SAMF.



    Jakarta: Emiten PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) mengaku mampu bertahan bahkan bisa bertumbuh di tengah pandemi covid-19.

    "Walau di tengah pandemi covid-19, kami masih mampu meningkatkan pendapatan. Bahkan, kami tidak melakukan pemutusan hubungan kerja," ujar Direktur Utama SAMF Yahya Taufik, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 10 Mei 2021.

     



    Sepanjang Januari-Maret 2021, perseroan mengantongi pendapatan mencapai Rp296,72 miliar atau tumbuh 14,03 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020 sebesar Rp260,22 miliar. "Perseroan optimistis pendapatan akan meningkat pada semester kedua tahun ini," katanya.

    Optimisme itu, tambah Yahya, seiring dengan membaiknya permintaan terhadap hasil perkebunan sawit. Membaiknya harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) praktis meningkatkan aktifitas di perkebunan sawit. Selain itu optimisme perseroan juga ditopang oleh harapan mulusnya upaya vaksinasi covid-19 yang dilakukan pemerintah.

    "Peningkatan harga CPO dan meningkatnya aktivitas perkebunan sawit mendorong permintaan pupuk NPK juga meningkat. Ujungnya, penjualan pupuk kami pun ikut terdongkrak," jelas dia.

    Optimisme itu selaras dengan Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (Gapki) yang memperkirakan harga CPO akan berkisar USD850-USD900 per ton pada 2021.

    "Saat ini, harga CPO membaik. Di catatan kami posisi harga ada di angka Rp11 ribu per kilogram. Karena itu, gairah petani untuk pemupukan menjadi tinggi sehingga ini tentu saja membuat kami optimistis pada 2021," ujar Yahya.

    Baca: Tanpa Seremonial, Saham SAMF Naik 35%

    Pada 2020, dari hasil melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Saraswanti menggenjot belanja modal (capital expenditure/capex) untuk peningkatan kapasitas pabrik di Medan 2 sebesar 80 ribu ton per tahun dan pabrik di Sampit sebesar 80 ribu ton per tahun.

    Pascapenambahan itu total kapasitas meningkat dari 440 ribu ton per tahun menjadi 600 ribu ton per tahun yang telah efektif operasional pada triwulan III dan IV-2020. "Peningkatan kapasitas itu menambah optimisme perseroan untuk meningkatkan penjualan pada 2021," tutur Yahya.

    Optimisme membukukan kinerja kinclong pada 2021 merujuk pada kinerja keuangan Saraswanti 2020 yang cukup moncer. Bahkan di 2020, Saraswanti membagikan dividen untuk tahun buku 2019 sebesar Rp52,78 miliar, serta pada 2019 laba bersih Saraswanti tercatat sebesar Rp86,83 miliar.

    Laba bersih Saraswanti pada 2020 tercatat melonjak 36 persen dibandingkan 2019, yakni menjadi Rp118 miliar. Hal itu seiring dengan penjualan yang bertumbuh 10 persen dari Rp1,28 triliun menjadi Rp1,40 triliun pada 2020.

    Saraswanti yang berdiri sejak 1998 merupakan produsen pupuk NPK (nitrogen, phospat, dan kalium) untuk segmen nonsubsidi. Saat ini perseroan memiliki lima pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 600 ribu ribu ton per tahun yang tersebar di beberapa kota yaitu Mojokerto (Jawa Timur), Medan (Sumatra Utara), dan Sampit (Kalimantan Tengah).

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id