OJK Rilis Roadmap Inovasi Keuangan Digital dan Rencana Aksi 2020-2024

    Husen Miftahudin - 07 Mei 2021 14:53 WIB
    OJK Rilis Roadmap Inovasi Keuangan Digital dan Rencana Aksi 2020-2024
    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) - - Foto: MI/ Ramdani



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Roadmap Inovasi Keuangan Digital dan Rencana Aksi 2020-2024. Roadmap tersebut akan mendorong Inovasi Keuangan Digital (IKD) di sektor jasa keuangan serta menyeimbangkan ekosistem keuangan digital.

    "Roadmap ini diharapkan dapat berguna untuk mewujudkan industri jasa keuangan yang berdaya saing dan sesuai dengan kebutuhan masa depan," ucap Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 7 Mei 2021.

    Nurhaida berharap Roadmap Inovasi Keuangan Digital dan Rencana Aksi 2020-2024 dapat berguna untuk mewujudkan industri jasa keuangan yang berdaya saing dan sesuai dengan kebutuhan masa depan. Terdapat tiga strategi regulasi dan supervisi dalam mendukung inovasi keuangan digital di Indonesia.

     



    "Di antaranya tersedianya kerangka kerja yang mendukung inovasi keuangan digital, regulasi yang agile, dan pengawasan market conduct agar dapat memitigasi risiko teknologi, serta melindungi kepentingan konsumen dan mendorong persaingan," papar Nurhaida

    Ia menerangkan pengembangan kerangka kerja yang mendukung IKD dilakukan dengan memastikan kelancaran pengembangan fintech sekaligus mendorong inovasi dan persaingan IKD lainnya. Sementara untuk agile regulations OJK akan menerapkan pendekatan principles-based terhadap regulasi IKD, termasuk memanfaatkan teknologi regulasi yang baru untuk meningkatkan kepatuhan di sektor jasa keuangan.


    Untuk pengawasan market conduct, OJK bertanggung jawab atas pengaturan dan pengawasan fintech. Sementara itu, industri fintech bertanggung jawab atas pengelolaan manajemen internalnya melalui penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, kepatuhan, dan memenuhi kode etik industri yang ditetapkan oleh asosiasi sebagai upaya dalam pelaksanaan market conduct OJK.

    Nurhaida menyebutkan, industri fintech di Indonesia berperan sebagai penyedia akses keuangan yang mudah dan terjangkau oleh masyarakat. OJK telah melakukan pendekatan interaktif dan berkolaborasi kepada stakeholders terkait untuk menyediakan regulasi yang proporsional.

    "Untuk menghasilkan regulasi tersebut, OJK mendukung penerapan inovasi teknologi yang dapat mempercepat pertumbuhan keuangan digital secara bertanggung jawab," ungkapnya.

    Adapun empat kategori keuangan digital di Indonesia, yakni digital payment, digital banking, non bank fintech atau fintech peer to peer lending, serta fintech crowdfunding.

    Terdapat lima inisiatif OJK sebagai ekselerator, fasilitator, dan inkubator IKD. Pertama, kerangka kerja kebijakan dan peraturan. Dalam hal ini OJK telah menyusun laporan mengenai beberapa topik yang akan diteliti lebih lanjut untuk mengembangkan sektor jasa keuangan, khususnya industri fintech dan diterapkan selama periode roadmap berlaku.

    Topik-topik tersebut antara lain penggunaan data alternatif dalam penilaian kredit, peran dan fungsi aggregator keuangan digital, lisensi elektronik menggunakan blockchain, alat perencanaan keuangan, serta project financing.

    Kedua, regulatory sandbox. Ada 18 jenis model fintech yang telah berpartisipasi dalam regulatory sandbox milik OJK. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah selama masa penerapan roadmap dengan memberikan atensi lebih dalam praktik e-KYC (electronic-Know Your Client) dan AML (Anti Money Laundering).

    Ketiga, capacity building. OJK telah berkoordinasi dan memfasilitasi kegiatan Fintech Summit setiap tahunnya yang menginformasikan keadaan terbaru serta proyeksi pengembangan fintech di Indonesia. Kegiatan ini masih akan terus diadakan dengan berkolaborasi secara erat bersama industri fintech sebagai bagian penting dari peran peningkatan kapasitas OJK. Selain itu, OJK juga mengadakan seminar dan webinar secara kuartalan.

    Keempat, fasilitas konsultasi. OJK memiliki peran penting dalam mendukung industri fintech agar lebih memahami regulasi dan proses otorisasi. OJK memberikan fasilitas konsultasi bagi industri fintech di OJK Infinity Center sejak Agustus 2018. Selama pandmei covid-19 sekaligus untuk mengantisipasi penyebaran, OJK memperluas fasilitas tersebut secara daring.

    Kelima, kolaborasi. OJK Infinity Center sebagai fintech hub berkolaborasi dengan sejumlah regulator keuangan termasuk dari kalangan internasional seperti MAS (Monetary Authority of Singapore), Asian Development Bank (ADB), Asian Development Bank Institute (ADBI), Australian Center for Financial Studies, State of Victoria, dan United Nations Development Programme.

    Industri fintech di Indonesia menghadapi banyak tantangan, termasuk persaingan dengan industri jasa keuangan lainnya seperti perbankan serta pelaku industri BigTech. OJK menginisiasi beberapa rencana aksi dalam mendorong IKD, di antaranya meningkatkan perlindungan konsumen di era digital, termasuk peningkatan literasi keuangan digital dan praktik pengelolaan keluhan.

    Kedua, privasi dan perlindungan data konsumen. Ketiga, meningkatkan regulasi dan pengawasan fintech, termasuk penggunaan teknologi regulasi (regtech), dan pengawasannya. Keempat, peningkatan dialog dan dukungan inovasi: innovation hub, kegiatan knowledge sharing, regulatory sandbox, koordinasi para pelaku di ruang lingkup regional dan global.

    Kelima, fokus pada peningkatan perbaikan praktik industri fintech yang tengah berkembang termasuk pada unsur keamanan siber, pencegahan penipuan, dan manajemen risiko. Keenam, mendukung ekosistem fintech (investment climate). Ketujuh, menyediakan dan meningkatkan kegiatan pelatihan bagi sektor fintech dan meningkatkan regulasi capacity building. Kedelapan, meningkatkan akses terhadap infrastruktur digital, identitas digital, e-KYC, dan open banking.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id