Gubernur BI Sebut Inflasi 2020 Bisa di Bawah 2%

    Husen Miftahudin - 19 November 2020 16:08 WIB
    Gubernur BI Sebut Inflasi 2020 Bisa di Bawah 2%
    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin ke level 3,75 persen untuk periode November 2020. Keputusan ini salah satunya mempertimbangkan perkiraan inflasi yang tetap rendah pada tahun ini.

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral memperkirakan inflasi 2020 ini bakal lebih rendah dari batas bawah target inflasi pada kisaran 3,0 persen plus minus satu persen. Artinya, inflasi keseluruhan pada tahun ini bisa berada di bawah dua persen.

    "Bank Indonesia memprakirakan inflasi 2020 lebih rendah dari batas bawah target inflasi, dan kembali ke sasarannya 3,0 persen plus minus satu persen pada 2021," ujar Perry dalam Pengumuman Hasil RDG Bulanan BI secara virtual, Kamis, 19 November 2020.

    Menurutnya, inflasi yang tetap rendah karena permintaan belum kuat dan pasokan yang belum memadai. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2020 yang tercatat sebesar 0,07 persen (mtm) membuat inflasi IHK sampai Oktober 2020 tercatat 0,95 persen (ytd).

    "Secara tahunan, inflasi IHK tercatat rendah, yakni sebesar 1,44 persen (yoy), sedikit meningkat dari inflasi September 2020 sebesar 1,42 persen (yoy)," jelas Perry.

    Ia melanjutkan bahwa inflasi inti juga melambat sejalan dengan pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target, harga komoditas dunia yang rendah, serta stabilitas nilai tukar yang terjaga.

    Inflasi kelompok administered prices tetap rendah, terutama didorong oleh penurunan tarif listrik dan berlanjutnya penurunan tarif angkutan udara. Sementara itu, inflasi kelompok volatile food atau pangan yang bergejolak meningkat karena faktor musiman akibat kenaikan harga komoditas hortikultura seiring dengan berlalunya musim panen.

    "Meskipun demikian, Bank Indonesia akan tetap konsisten dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi sesuai kisaran targetnya," pungkas Perry.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id