UU Cipta Kerja Mulai Direspons Positif Investor, Rupiah Menguat

    Husen Miftahudin - 07 Oktober 2020 16:48 WIB
    UU Cipta Kerja Mulai Direspons Positif Investor, Rupiah Menguat
    Ilustrasi penguatan nilai tukar rupiah - - Foto: MI/ Rommy Pujianto
    Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) mulai direspons positif para investor. Kondisi ini membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan pada perdagangan hari ini.

    "Hari ini pasar kembali bersahabat setelah mengetahui isi dari undang-undang tersebut, sehingga pro dan kontra tentang UU Omnibus Law Cipta Kerja semakin menipis. Alhasil pasar kembali optimistis, wajar kalau modal asing kembali parkir di pasar dalam negeri," ujar Ibrahim dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Rabu, 7 Oktober 2020.

    Ibrahim mengungkapkan pemerintah berulang kali berusaha meyakinkan bahwa Omnibus Law Ciptaker ini sebagai langkah untuk mendatangkan investasi. Langkah ini dilakukan karena lesunya ekonomi akibat meluasnya dampak pandemi covid-19.

    "Ini bisa membantu investor asing kembali berinvestasi di Indonesia, dan Omnibus Law memberikan kemudahan berinvestasi. Salah satunya di kawasan ekonomi khusus," paparnya.

    Di sisi lain, sambung Ibrahim, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19. Dalam beleid itu, pemerintah mengatur soal pengadaan hingga distribusi vaksin covid-19.

    "Proses pengadaan vaksin dilakukan oleh BUMN PT Bio Farma (Persero). Sementara jenis dan jumlah pengadaan vaksin covid-19 ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kesehatan," urai Ibrahim.

    Adapun pada penutupan perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap USD mengalami penguatan. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat ke posisi Rp14.710 per USD dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.735 per USD.

    Mata uang Garuda tersebut menguat 25 poin atau setara 0,17 persen. Rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.710 per USD sampai Rp14.752 per USD.

    Menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di jalur hijau pada posisi Rp14.690 per USD. Rupiah menguat sebanyak 20 poin atau setara 0,14 persen, dari Rp14.710 per USD di penutupan perdagangan sebelumnya.

    Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah justru diperdagangkan di level Rp14.784 per USD atau melemah sebanyak 72 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan sebelumnya sebesar Rp14.712 per USD.

    "Dalam perdagangan besok pagi mata uang rupiah kemungkinan akan terjadi fluktuatif, namun kemungkinan ditutup menguat terbatas sebesar 10-50 poin di level Rp14.680 per USD sampai Rp14.720 per USD," tutup Ibrahim. 


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id