BSI Genjot Pembiayaan Otomotif Dukung Pertumbuhan Ekonomi

    Angga Bratadharma - 19 April 2021 08:01 WIB
    BSI Genjot Pembiayaan Otomotif Dukung Pertumbuhan Ekonomi
    Gedung Bank Syariah Indonesia. FOTO: MI/Andri Widianto



    Jakarta: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menggenjot penyaluran pembiayaan meski ketidakpastian masih terjadi akibat pandemi covid-19 yang belum berakhir. Pembiayaan otomotif menjadi salah satu yang digeber melalui penguatan penetrasi di ajang Indonesia International Motor Show Hybrid (IIMS) 2021.

    Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia Kokok Alun Akbar mengatakan partisipasi BSI dalam IIMS Hybrid 2021 diharapkan dapat membantu membangkitkan sektor industri otomotif, seiring dengan relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
     
    Upaya BSI untuk menggencarkan pembiayaan oto, masih kata Kokok Alun, sejalan dengan arahan Presiden RI yang ingin industri otomotif Indonesia segera bangkit setelah diterpa pandemi covid-19.

     



    "Pembiayaan BSI Oto merupakan salah satu energi baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memiliki kendaraan dengan harga spesial yang ditawarkan," kata Kokok Alun Akbar, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 19 April 2021.

    Pembiayaan BSI Oto, lanjutnya, diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk memiliki kendaraan sesuai prinsip syariah, serta mendorong pertumbuhan industri manufaktur dan otomotif nasional. BSI Oto merupakan salah satu layanan Bank Syariah Indonesia untuk pembelian sepeda motor maupun mobil dengan akad murabahah atau jual beli dengan prinsip syariah.  

    Sementara itu, BSI mencatat hingga kuartal I-2021 terjadi peningkatan pembiayaan perumahan. Hingga Maret, BSI telah menyalurkan pembiayaan Griya Hasanah bersubsidi dan nonsubsidi sebesar Rp38 triliun, naik 13,93 persen secara tahunan (yoy).

    Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) syariah terbukti tahan banting di tengah pandemi. Terlihat dari pertumbuhan double digit yaitu 13,93 pesen, tren KPR syariah masih sangat kuat, karena adanya fasilitas KPR subsidi yang ditopang berbagai stimulus pemerintah.
     
    "Stimulus pemerintah di segmen perumahan ini, membuat kami optimis akan terus menyuburkan bisnis perumahan nasional. Apalagi program vaksin berjalan lancar," pungkas Hery.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id