comscore

Berkat Lebaran dan Libur Panjang, Uang Beredar di Indonesia Nyaris Tembus Rp8.000 Triliun

Husen Miftahudin - 27 Mei 2022 18:31 WIB
Berkat Lebaran dan Libur Panjang, Uang Beredar di Indonesia Nyaris Tembus Rp8.000 Triliun
Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR
Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar dalam arti luas (M2) pada April 2022 tercatat sebesar Rp7.911,3 triliun, atau tumbuh 13,6 persen (yoy). Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2022 yang tercatat sebesar 13,3 persen (yoy).

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan komponen M1 dan surat berharga selain saham. M1 tumbuh 20,8 persen (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya 18,7 persen (yoy), terutama disebabkan oleh pertumbuhan uang kartal dan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu.
"Peredaran uang kartal pada April 2021 tercatat sebesar Rp896,3 triliun, atau tumbuh 22,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 14,4 persen (yoy) didorong oleh meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang libur panjang dan perayaan Idulfitri 1443 H," ungkap Erwin dikutip dari Analisis Uang Beredar Posisi April 2022, Jumat, 27 Mei 2022.

Adapun tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu dengan pangsa 48,5 persen terhadap M1, tercatat sebesar Rp2.191,2 triliun pada posisi laporan, atau tumbuh 15,9 persen (yoy), meningkat dibandingkan Maret 2022 yang tumbuh 14,0 persen (yoy).

Sementara itu, pertumbuhan giro rupiah menunjukkan perlambatan dari 28,8 persen (yoy) pada Maret 2022 menjadi 28,0 persen (yoy) pada April 2022. Di sisi lain, dana float uang elektronik tercatat sebesar Rp14,2 triliun, tumbuh 85,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 82,3 persen yoy). Pangsa dana float (saldo) uang elektronik terhadap M1 pada posisi laporan sebesar 0,3 persen.

"Komponen surat berharga selain saham dengan pangsa 0,4 persen terhadap M2 tumbuh 59,3 persen (yoy), sehubungan dengan meningkatnya kewajiban akseptasi bank terhadap sektor swasta domestik, sertifikat deposito, dan obligasi dengan jatuh tempo di bawah satu tahun," terangnya.

Untuk uang kuasi dengan pangsa 42,5 persen dari M2, tercatat sebesar Rp3.364,8 triliun pada April 2022, atau tumbuh 5,0 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya 6,9 persen (yoy). Perlambatan uang kuasi terutama disebabkan oleh komponen simpanan berjangka lainnya dan giro valas, masing-masing menjadi sebesar 1,5 persen (yoy) dan 17,2 persen (yoy).

"Perlambatan simpanan berjangka diindikasikan sejalan dengan rendahnya suku bunga yang ditawarkan. Sementara itu, tabungan lainnya tercatat tumbuh meningkat 22,8 persen (yoy)," tutur Erwin.

Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, peningkatan pertumbuhan M2 pada April 2022 terutama dipengaruhi oleh berlanjutnya akselerasi penyaluran kredit. Pada April 2022, penyaluran kredit tumbuh 8,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,4 persen (yoy) sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit produktif maupun konsumtif.

Di sisi lain, keuangan pemerintah dan aktiva luar negeri bersih menjadi faktor penahan peningkatan M2 yang lebih tinggi. Ekspansi keuangan pemerintah tercatat melambat seiring dengan perlambatan pertumbuhan tagihan bersih sistem moneter kepada pemerintah pusat, dari 27,9 persen (yoy) pada Maret 2022 menjadi 22,3 persen (yoy) pada bulan laporan.

Hal tersebut disebabkan oleh perlambatan tagihan sistem moneter kepada pemerintah pusat berupa kepemilikan surat berharga negara serta naiknya kewajiban berupa simpanan Pempus pada sistem moneter.

"Demikian pula aktiva luar negeri bersih pada April 2022 terkontraksi sebesar 4,4 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan kontraksi pada Maret 2022 sebesar 1,5 persen (yoy) sejalan dengan perkembangan cadangan devisa," pungkas Erwin.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id