comscore

IHSG Pagi Tumbang, 156 Saham Nyangkut di Area Merah

Angga Bratadharma - 28 Juni 2022 09:28 WIB
IHSG Pagi Tumbang, 156 Saham <i>Nyangkut</i> di Area Merah
Ilustrasi. FOTO: dok MI
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa pagi dibuka tertekan sejalan dengan melemahnya bursa saham global. Adapun Wall Street berakhir ambruk di tengah inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi dan upaya The Fed mengantisipasinya dengan menaikkan suku bunga secara agresif.

IHSG Selasa, 28 Juni 2022, pada perdagangan pagi dibuka melemah di posisi 7.006 dengan level tertinggi di 7.012 dan terendah di 6.983. Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 1,7 miliar lembar saham senilai Rp853 miliar. Sebanyak 194 saham menguat, sebanyak 156 saham tertekan, dan sebanyak 199 saham stagnan.
Sementara itu, Wall Street merosot pada akhir perdagangan Senin waktu  setempat (Selasa pagi WIB). Bursa saham AS terseret saham-saham pertumbuhan dengan sedikit katalis untuk memengaruhi sentimen investor saat mendekati titik tengah tahun di mana pasar ekuitas telah dibanting oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi dan pengetatan kebijakan Fed.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 62,42 poin atau 0,2 persen, menjadi 31.438,26. Indeks S&P 500 kehilangan 11,63 poin atau 0,3 persen menjadi 3.900,11. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 93,05 poin atau 0,8 persen menjadi 11.514,57.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, delapan sektor mengakhiri sesi di wilayah negatif, dengan sektor konsumen menderita persentase kerugian terbesar. Sementara itu, sektor energi terangkat 2,8 persen memimpin kenaikan.

Indeks saham utama AS melemah setelah terombang-ambing di awal sesi, dengan penurunan di saham pertumbuhan megacaps yang sensitif suku bunga seperti Amazon.com, Microsoft Corp, dan Alphabet Inc memberikan tekanan terberat terhadap pasar.

Mencatatkan penurunan

Ketiga indeks berada di jalur untuk mencatatkan dua penurunan kuartalan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2015. Mereka juga tampaknya akan membukukan kerugian untuk Juni, yang akan menandai penurunan tiga bulan berturut-turut untuk Nasdaq yang sarat teknologi, penurunan beruntun terpanjang sejak 2015.

"Alasan kurangnya arah minggu ini dan minggu depan adalah investor mencari apa yang akan terjadi pada periode pelaporan kuartal kedua. Indeks S&P berada di jalur untuk melaporkan penurunan harga terburuk kelima sejak 1962 pada Jumat, 1 Juli 2022," kata Kepala Strategi Investasi CFRA Research Sam Stovall, di New York.

"Setiap kali SPX (indeks S&P) naik lebih dari 20 persen dalam setahun, itu turun rata-rata 11 persen mulai relatif awal tahun baru. Dan semua tahun penurunan dimulai di paruh pertama kembali ke titik impas sebelum tahun berakhir. Tidak ada jaminan itu akan terjadi tahun ini, tetapi pasar bisa mengejutkan kita," pungkas Stovall.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id