Respons Pengacara Terdakwa tentang Tuntutan Hukuman Mati di Kasus ASABRI

    Angga Bratadharma - 06 Desember 2021 17:24 WIB
    Respons Pengacara Terdakwa tentang Tuntutan Hukuman Mati di Kasus ASABRI
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id



    Jakarta: Sebanyak tujuh terdakwa kasus korupsi PT ASABRI akan menghadapi sidang pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum pada Senin 6 Desember 2021. Para terdakwa sebelumnya didakwa korupsi hingga merugikan negara sebesar Rp22,7 triliun.

    Dalam kasus tersebut, sebelumnya Jaksa Agung ST Burhanuddin berencana menerapkan hukuman mati dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang menelan kerugian mencapai Rp16,8 triliun, sedangkan kasus ASABRI mencapai Rp22,78 triliun.

     



    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengaku pihaknya tengah mengkaji kemungkinan penerapan hukuman mati demi memberikan rasa keadilan dalam perkara itu.

    Menanggapi hal itu, Pengacara Heru Hidayat yaitu Kresna Hutauruk mengatakan hukuman mati tak bisa diterapkan dalam perkara kasus ASABRI. Karena, menurutnya, Jaksa tak memasukkan pasal terkait dengan hukuman mati.

    "Untuk perkara ASABRI Bapak Heru Hidayat, jelas hukuman mati tidak bisa diterapkan. Dalam Undang-Undang Tipikor hukuman mati diatur dalam pasal 2 ayat (2), di mana dalam dakwaan terhadap Heru Hidayat, Jaksa tidak memasukkan pasal tersebut didalam dakwaan," kata Kresna, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 6 Desember 2021.

    Menurutnya penerapan hukuman mati dalam Pasal 2 ayat (2) UU Tipikor terdapat beberapa ketentuan. Apabila melihat pada Pasal 2 ayat (2) UU Tipikor dan penjelasannya, lanjutnya, keadaan tertentu yang dimaksud dalam menerapkan hukuman mati adalah ketika tindak pidana dilakukan saat negara dalam bencana, krisis moneter, dan pengulangan.

    "Sedangkan perkara Asabri ini tidak masuk dalam kualifikasi tersebut," klaimnya.

    Delapan terdakwa

    Diketahui, dalam kasus tersebut terdapat delapan terdakwa yaitu Mantan Dirut ASABRI Mayjen Purn Adam Rahmat Damiri, Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama ASABRI periode 2016-2020, Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Asabri periode 2012-2015.

    Kemudian ada Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan ASABRI periode 2013-2019, Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan, Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera, dan Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations.

    Satu terdakwa lainnya adalah Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk. Namun, perkara Benny belum sampai pada pembacaan tuntutan dan masih pada tahap pemeriksaan saksi, sehingga belum sampai pada proses pembacaan tuntutan.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id