BTN Optimistis Ekspansi Kredit Tembus hingga Rp30 Triliun

    Ade Hapsari Lestarini - 10 Juli 2020 08:47 WIB
    BTN Optimistis Ekspansi Kredit Tembus hingga Rp30 Triliun
    Foto: dok BTN.
    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) meyakini ekspansi kredit tembus Rp30 triliun hingga akhir tahun ini. Adapun penempatan uang negara di perseroan tercatat sebesar Rp5 triliun. Namun jika hanya hingga September 2020, ekspansi kredit yang bisa disalurkan BTN mencapai Rp15 triliun.

    "Segmen bisnis yang disalurkan dari uang negara dialokasikan untuk KPR subsidi, KPR nonsubsidi, kredit konstruksi, dan kredit ke BUMN," ujar Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury dalam keterangan resminya, Jumat, 10 Juli 2020.

    Pahala memaparkan, untuk Juli hingga Desember 2020, sesuai rencana bisnis, dana penempatan pemerintah akan disalurkan untuk 68.500 unit atau setara dengan KPR subsidi senilai Rp9,24 triliun. Sementara untuk KPR nonsubsidi akan terealisasi untuk 17.857 unit atau setara dengan Rp6,25 triliun.

    Sedangkan kredit konstruksi rencananya akan disalurkan sebesar Rp5,485 triliun dan kredit ke BUMN senilai Rp9,05 triliun. Sehingga total penyaluran kredit Juli hingga Desember 2020 mencapai 86.357 unit senilai Rp30 triliun.

    Adapun untuk realisasi hingga 7 Juli 2020, lanjut Pahala, BTN sudah menyalurkan kredit dari hasil penempatan dana pemerintah mencapai Rp1,6 triliun. Dari jumlah tersebut terdiri dari KPR subsidi sebesar Rp425 miliar, KPR nonsubsidi Rp703 miliar, kredit konstruksi dan lainnya Rp476 miliar, serta kredit ke BUMN Rp5 miliar.

    "Hingga awal Juli ini KPR subsidi mencapai 3.079 unit dan KPR nonsubsidi 1.609 unit," jelas Pahala.

    Pahala menuturkan ada beberapa tantangan dan kendala dalam melakukan ekspansi kredit tahun ini. Pertama, pemberian kredit dilakukan secara selektif agar risiko kredit terkendali sehingga non performing loan dapat diturunkan.

    Kedua, PHK dan PSBB membuat penurunan daya beli masyarakat sehingga alokasi pendapatan diprioritaskan untuk kebutuhan pokok dibanding untuk membeli rumah.

    Ketiga, keuntungan yang diperoleh developer menurun dan keempat pemasaran kredit lebih luas kepada ekosistem perumahan seperti mitra bisnis pengembang.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id