BI Karantina dan Ganti Uang yang Beredar

    Husen Miftahudin - 26 Maret 2020 16:23 WIB
    BI Karantina dan Ganti Uang yang Beredar
    Ilustrasi. Foto: MI/ATET DWI PRAMADIA
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) berkomitmen mencegah meluasnya penyebaran virus korona (covid-19) dengan mengkarantina dan mengganti uang tunai yang beredar di masyarakat. Dengan begitu, uang yang beredar dipastikan bebas dari penyebaran virus korona.

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengakui pihaknya telah bekerja sama dengan industri perbankan dan sistem pembayaran dalam memastikan uang tunai yang beredar bebas dari korona. Oleh karenanya, masyarakat diminta tak khawatir dengan peredaran uang tunai saat ini.

    "Uang-uang yang disetorkan oleh perbankan sudah kami karantina dan sudah kami ganti dengan uang-uang cetakan baru. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan mengenai higienitas uang yang beredar saat ini," ujar Perry melalui telekonferensi dari kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Maret 2020.

    Pada saat yang sama bank sentral memastikan ketersediaan uang tunai dalam memasok kebutuhan masyarakat. Kata Perry stok uang tunai yang dimiliki Bank Indonesia saat ini lebih dari cukup, yakni hampir enam bulan kebutuhan uang beredar.

    Di sisi lain, ia juga meminta masyarakat untuk lebih menggunakan uang nontunai dalam bertransaksi. Selain minim potensi penyebaran covid-19, transaksi nontunai juga memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.

    "Kami bersama dengan industri keuangan, perbankan, dan sistem pembayaran terus melakukan upaya-upaya untuk melakukan transaksi secara nontunai. Masyarakat bisa melakukan transaksi nontunai dengan menggunakan uang elektronik, mobile banking, internet banking, dan itu bisa dilakukan dari rumah," ungkapnya.

    Apalagi industri pembayaran dan bank sentral juga memberikan ragam promo menarik dalam bertransaksi nontunai. Di antaranya memperpanjang periode promosi merchant discount rate (MDR) melalui pembayaran berbasis QR Code Indonesian Standard (QRIS). Tarif MDR yang semula 0,7 persen menjadi nol persen alias gratis.

    Sejalan dengan hal tersebut, Bank Indonesia juga mempermudah sistem transfer dana elektronik melalui kliring debet dan kliring kredit. Dalam hal ini, bank sentral sudah menurunkan bisaya transfer kliring melalui SKNBI (Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia).

    "Sekarang, transaksi nontunai juga jauh lebih mudah karena ada QRIS yang sudah kami kampanyekan di seluruh Indonesia. Oleh karenanya, penggunaan uang nontunai melalui elektronifikasi akan lebih mudah dengan QRIS ini," pungkas dia.
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id