Pemulihan Aset, BTN Bidik Rp430 Miliar

    Ade Hapsari Lestarini - 15 November 2020 16:17 WIB
    Pemulihan Aset, BTN Bidik Rp430 Miliar
    Direktur Remedial and Wholesale Risk BTN Elisabeth Novie Riswanti. Foto: dok BTN.
    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempercepat pemulihan aset atau recovery asset dengan menggelar Asset Sales Festival. Acara yang digelar di empat kota besar di Indonesia ini ditargetkan mampu meraih dana Rp430 miliar.

    Direktur Remedial and Wholesale Risk BTN Elisabeth Novie Riswanti mengatakan empat kota yang disasar yakni Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

    Acara tersebut merupakan kelanjutan dari acara Asset Sales Festival yang sebelumnya diadakan di Jakarta pada Juli silam. Acara ini diselenggarakan secara offline dan online mempertemukan investor, pengembang, penjual properti dan calon pembeli untuk meraup keuntungan dalam bisnis properti.

    Aset properti yang ditawarkan tidak saja berasal dari kredit konsumer tetapi juga dari kredit komersial termasuk aset bermasalah kelolaan BTN Syariah.

    "Kami rutin menggelar Asset Sales Festival untuk memberikan peluang emas kepada para investor maupun pengembang properti untuk berinvestasi pada aset-aset properti murah yang dapat dijadikan aset produktif,” kata  Novie, dalam keterangan resminya, Minggu, 15 November 2020.

    Dia menegaskan BTN akan terus melakukan penjualan aset-aset bermasalah yang tahun ini nilainya mencapai Rp11,6 triliun. Adapun dari jumlah tersebut aset yang sudah siap untuk dijual sekitar Rp7 triliun dan ditargetkan tahun ini bisa terjual sekitar Rp2 triliun.

    Menurut Novie, dengan pemulihan aset yang baik, pada kuartal III tahun ini perseroan berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) net di level 2,26 persen dari posisi pada bulan yang sama tahun sebelumnya yang berada pada level 2,33 persen. 

    "Kita tahun ini benar-benar ingin menjual aset bermasalah, sehingga bisa menekan NPL," jelasnya.

    Menurut Novie, minat masyarakat sebagai investor sangat tinggi dalam berinvestasi pada rumah-rumah yang bermasalah atau aset mangkrak. Dalam hal ini BTN tidak hanya mengajak investor atau developer yang sudah biasa berbisnis perumahan tetapi juga para nasabah prima atau deposan yang tertarik untuk mendapat untung dari bisnis rumah bermasalah. 

    "Jadi opportunity bisnis juga sangat besar bagi rumah-rumah bermasalah. Sehingga minat investor sangat besar," katanya.

    Pada rangkaian acara Asset Sales Festival yang digelar di Medan pada awal November 2020 lalu, BTN mencatatkan pembelian dari para investor sebesar Rp70 miliar. Sementara di Bandung, jumlah aset yang ditawarkan mencapai Rp1,2 triliun dengan jumlah 10 ribu unit yang mayoritas berupa aset rumah dan bangunan. 

    Novie mengungkapkan pada acara sejenis yang akan digelar di Surabaya dan Makassar, BTN berencana akan menawarkan aset sebanyak 13.733 unit, dengan nilai total Rp2 triliun berupa rumah, tanah, hotel, dan proyek perumahan.

    "Dari sejumlah rangkaian acara Investor yang kami gelar, yang paling diminati oleh investor adalah rumah baik tanah dan bangunannya dengan rentang nilai aset dari Rp300 juta hingga Rp500 juta dan sejumlah proyek perumahan. Pilihan tersebut menyesuaikan dengan permintaan pasar atas perumahan yang masih tinggi," pungkas Novie.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id