comscore

Biang Kerok Saham GOTO Ambyar

Desi Angriani - 23 Mei 2022 15:42 WIB
Biang Kerok Saham GOTO Ambyar
Ilustrasi pergerakan saham GOTO di pasar modal - - Foto: dok AFP
Jakarta: Nasib emiten PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tak secerah saat pertama kali melantai di bursa saham domestik.

Bahkan saham GOTO kini berada jauh di bawah harga harga initial public offering (IPO). Saat resmi melantai pada 11 April 2022 lalu, perusahaan teknologi tersebut melepas 40,6 miliar saham atau setara dengan 3,43 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh di harga Rp338/unit.
Memang saham GOTO selama pekan lalu, sempat melambung 56,70 persen ke Rp304 per saham. Namun, harga saham tersebut pada Senin, 23 Mei 2022, terkoreksi 2,63 persen atau menjadi Rp296 per saham lantaran dilanda aksi jual.

Sejak IPO, nilai kapitalisasi pasar startup decacorn ini sudah kehilangan 38,5 persen kapitalisasi pasarnya.

Lantas apa penyebab saham perusahaan teknologi tersebut terus merosot?

Jika merujuk pada bursa saham global, sejumlah pakar menilai penurunan saham GOTO dipengaruhi oleh saham perusahaan teknologi global yang juga tertekan.

Adapun sentimen di bursa Saham AS terganggu akibat kebijakan pengetatan moneter bank sentral AS. The Fed sudah tak segan menaikkan suku bunga acuannya demi memerangi inflasi AS yang kini mencapai 8,3 persen year on year (yoy) pada April 2022.

Kebijakan tersebut membuat investor kocar-kacir dan mengalihkan investasinya ke aset yang lebih aman seperti emas. Bisa dikatakan, harga emas berbanding terbalik dengan kondisi perekonomian atau bersifat counter-cyclical.
 
Artinya, saat pasar dan perekonomian bullish (naik), maka harga emas cenderung stabil. Namun, emas akan dicari ketika terjadi gejolak global. Ini berkebalikan dengan harga saham yang bergerak sesuai dengan kondisi perekonomian dan pasar, yakni naik ketika bullish dan turun ketika bearish.
 
Selama kondisi geopolitik dan inflasi masih tinggi, bursa saham Asia termasuk bursa saham AS (Wall Street) akan terseret aksi jual besar-besaran.

Hal ini turut menekan saham teknologi berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia, seperti PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), dan PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA).

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya menjelaskan selama ada tren penaikan suku bunga global, saham-saham teknologi di berbagai bursa dunia mengalami tekanan. Ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga pasar modal negara lain.

Meski demikian, saham-saham yang berkaitan dengan GOTO memiliki respons yang berbeda-beda. Saat ini GOTO tercatat memiliki investasi di PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan PT Multipolar Tbk (MLPL).

Sementara, PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tercatat sebagai pemegang saham GOTO. Adapun PT Adi Sarana Armada TBk (ASSA) yang terlibat kongsi dengan GOTO di AnterAja.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id