BI Diyakini Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4%

    Husen Miftahudin - 17 September 2020 10:39 WIB
    BI Diyakini Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4%
    Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo di level 4,0 persen. Foto: MI/Usman Iskandar.
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo di level 4,0 persen. Arah kebijakan moneter BI pun bakal tetap longgar (dovish) guna menjaga kondisi perekonomian domestik dan stabilitas keuangan negara di tengah meningkatnya risiko ketidakpastian global.

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai arah kebijakan moneter bank sentral periode September 2020 ini bakal lebih condong pada langkah nonkonvensional seperti quantitative easing untuk mendanai defisit fiskal yang melebar selama pandemi dengan membeli obligasi pemerintah melalui skema burden sharing.

    "BI dalam Rapat Dewan Gubernurnya kemungkinan besar akan melakukan tidak akan menurunkan suku bunga acuan. Kalau BI menurunkan suku bunga acuan ini juga akan berpengaruh terhadap Surat Utang Negara (SUN) yang sebenarnya mereka juga membutuhkan nilai cukup besar dalam lelang. Oleh karena itu dengan suku bunga yang empat persen ini sudah cukup lah," ujar Ibrahim kepada Medcom.id, Kamis, 17 September 2020.

    Selain itu, Ibrahim memandang agar Bank Indonesia juga perlu memfokuskan kebijakannya terhadap penurunan bunga kredit perbankan. Langkah ini diyakini mampu mendorong peningkatan konsumsi dan daya beli masyarakat yang kembali melemah imbas penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

    Apalagi, konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat merupakan faktor utama dalam pergerakan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bila hal ini melemah, maka pertumbuhan ekonomi domestik bisa melorot tajam.

    "Dari tiga kali Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuannya, tapi kredit bank justru tidak turun. Kalau seandainya kredit bank tidak diturunkan, maka akan terjadi stagnasi di masyarakat karena investasi kepada masyarakat melalui penyaluran kredit ini pasti terhambat dengan kondisi saat ini," ungkap dia.

    Senada dengan Ibrahim, hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) juga memandang BI semakin memperhatikan risiko pertumbuhan ekonomi dan mengubah sikap kebijakannya menjadi kebijakan yang secara preemtif mendukung pertumbuhan untuk mengurangi dampak krisis kesehatan sekaligus mengelola stabilitas pasar keuangan.

    Selain empat kebijakan penurunan suku bunga sepanjang tahun ini di mana dua di antaranya terjadi selama periode pandemi, BI juga telah melakukan kebijakan moneter nonkonvensional seperti quantitative easing untuk mendanai defisit fiskal yang melebar selama pandemi dengan membeli obligasi pemerintah melalui skema burden-sharing. Dengan skema ini, BI telah membeli obligasi pemerintah senilai sekitar USD6,79 miliar selama sebulan terakhir.

    Namun, tren kenaikan jumlah utang dalam mata uang rupiah dapat menghambat investor untuk menanamkan asetnya karena risiko depresiasi mata uang yang tinggi. Sejauh ini, risiko investasi di Indonesia relatif terkendali setelah diterapkannya skema burden-sharing, terlihat dari penurunan premi CDS 5 Tahun menjadi 88,9 bps pada 31 Agustus 2020 dari level 119,2 bps pada 3 Agustus 2002.

    Meski demikian, BI dan pemerintah tetap perlu menjaga persepsi investor terhadap pasar keuangan karena premi CDS naik kembali ke 91,5 bps per 14 September 2020, tidak lama setelah pengumuman penerapan kembali PSBB di Jakarta.

    "BI perlu menjaga kebijakan makroprudensial dan mendorong kebijakan moneter nonkonvensional secara lebih agresif untuk menjaga jumlah likuiditas agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami melihat bahwa perbedaan tingkat suku bunga saat ini masih relatif menarik untuk menjaga aliran modal masuk dan stabilitas nilai tukar. Mengingat meningkatnya risiko ketidakpastian di pasar keuangan, BI perlu mempertahankan suku bunga acuan di 4,0 persen bulan ini," pungkas LPEM. 

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id