OJK Rancang 4 Arah Pengembangan Keuangan Syariah

    Husen Miftahudin - 21 September 2020 11:42 WIB
    OJK Rancang 4 Arah Pengembangan Keuangan Syariah
    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merancang empat arah pengembangan keuangan syariah guna meningkatkan perannya dalam membangkitkan perekonomian nasional. Dengan potensi yang besar, keuangan syariah juga diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi nasional imbas pandemi covid-19.

    "Otoritas Jasa Keuangan memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk terus mengembangkan keuangan syariah yang berdaya saing tinggi dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat luas," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam diskusi virtual Forum Riset Ekonomi & Keuangan Syariah (FREKS) 2020, Senin, 21 September 2020.

    Adapun arah pengembangan keuangan syariah yang dirancang OJK di antaranya adalah, pertama, pembangunan harus didukung oleh sinergisitas, integrasi ekonomi, dan juga keuangan syariah dalam satu ekosistem keuangan syariah secara lengkap. Sinergi dan integritas itu diperlukan antara sektor riil, keuangan komersial, dan keuangan sosial.

    "Sehingga ketiga sektor tersebut dapat tumbuh bersama-sama dengan melibatkan secara aktif berbagai kepentingan yakni pelaku industri halal yang di antaranya ada makanan, fesyen, kosmetik dan kesehatan, tourism, media, hingga marketplace halal," ungkapnya.

    Pengembangan keuangan syariah juga perlu melibatkan Islamic social finance yang di dalamnya terdapat zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Serta organisasi kemasyarakatan berbasis agama seperti pesantren, lembaga swadaya masyarakat, lembaga masjid, dan yang lainnya.

    "Di samping itu kita juga harus bersinergi dan harus melibatkan semua pemangku kepentingan seperti pemerintah, Bank Indonesia maupun KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah), IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia), dan MES (Masyarakat Ekonomi Syariah)," papar dia.

    Fokus kedua adalah penguatan kapasitas dan daya saing industri keuangan syariah. Hal ini dilakukan dengan upaya peningkatan skala ekonomi industri keuangan syariah melalui peningkatan nominal modal minimum maupun akselerasi konsolidasi.

    "Kita saat ini belum memiliki lembaga keuangan syariah yang besar yang bisa head to head dan berkompetisi dengan lembaga keuangan konvensional yang cukup besar skalanya. Oleh karenanya kita harus membuat lembaga keuangan syariah yang sepadan untuk itu," tegas Wimboh.

    Ketiga, meningkatkan permintaan (demand) terhadap produk keuangan syariah. Dalam hal ini program peningkatan literasi dan perluasan akses keuangan syariah harus terus semakin ditingkatkan dan diintensifkan.

    "Dengan sosialisasi dan edukasi yang masif dan dengan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan termasuk berbagai asosiasi, diharapkan masyarakat akan lebih mengenal dan timbul keinginan untuk menggunakan produk dan layanan keuangan syariah," urai dia.

    Fokus keempat yakni adaptasi digital yang lebih masif dalam ekonomi dan keuangan syariah. Menurut Wimboh, pandemi covid-19 telah mempercepat proses digitalisasi dalam ekosistem ekonomi syariah untuk memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat yang semakin go digital di era new normal ini.

    OJK terus mendorong digitalisasi lembaga jasa keuangan mikro. Digitalisasi ini tidak hanya dari akses keuangan saja, tapi juga dari hulu ke hilir dengan proses bisnis UMKM hingga pemasaran melalui e-commerce.

    "Ini akan memberikan akses yang lebih leluasa kepada umat kita untuk berbagai produk jasa keuangan maupun produk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui e-commerce. Ini harus kita lakukan segera agar ini mempercepat proses peran bank syariah atau keuangan syariah dan untuk memberikan akses kepada masyarakat di daerah-daerah," tutup Wimboh.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id