Intermediasi Perbankan Tumbuh 1,04% di Agustus 2020

    Husen Miftahudin - 24 September 2020 10:48 WIB
    Intermediasi Perbankan Tumbuh 1,04% di Agustus 2020
    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan intermediasi industri perbankan pada Agustus 2020 tercatat tumbuh positif. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan intermediasi industri perbankan pada Agustus 2020 tercatat tumbuh positif sebesar 1,04 persen year on year (yoy). Hal ini terungkap dari rangkuman hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK periode September 2020.

    "Tentu capaian ini merupakan hal yang cukup mengesankan di tengah pandemi covid-19 yang masih menggelayuti perekonomian nasional," ujar Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo, dikutip Kamis, 24 September 2020.

    Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) mampu tumbuh di level tinggi sebesar 11,64 persen yoy. Hal ini didorong oleh pertumbuhan DPK Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV dengan modal inti lebih dari Rp30 triliun, yang mencapai 15,37 persen (yoy).

    "Sementara itu, industri asuransi tercatat mampu menghimpun pertambahan premi sebesar Rp20,5 triliun (asuransi jiwa Rp14,5 triliun dan asuransi umum & reasuransi Rp6,0 triliun)," paparnya.

    Hingga 22 September 2020, di pasar modal jumlah penawaran umum yang dilakukan emiten mencapai 132, dengan total nilai penghimpunan dana mencapai Rp84,90 triliun. Dari jumlah penawaran umum tersebut, 45 di antaranya dilakukan oleh emiten baru.

    "Sementara itu, dalam pipeline saat ini masih terdapat 39 emiten yang akan melakukan penawaran umum, dengan total penawaran diperkirakan mencapai Rp17,34 triliun," urai Anto.

    Sementara itu profil risiko lembaga jasa keuangan pada Agustus 2020 masih terjaga pada level yang manageable dengan rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) gross tercatat stabil sebesar 3,22 persen dan rasio non performing financing (NPF) sebesar 5,2 persen.

    "Risiko nilai tukar perbankan dapat dijaga pada level rendah terlihat dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 1,62 persen, jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen," ucapnya.

    Likuiditas dan permodalan perbankan juga berada pada level yang memadai. Per 16 September 2020, rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 143,16 persen dan 30,47 persen, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

    Permodalan lembaga jasa keuangan juga terjaga stabil pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio (CAR) bank umum konvensional (BUK) tercatat sebesar 23,16 persen serta Risk-Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 506 persen dan 330 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120 persen.

    "Ke depan, OJK terus konsisten memperkuat pengawasan terintegrasi untuk dapat mendeteksi lebih dini potensi risiko terhadap stabilitas sektor jasa keuangan dan juga mendukung terlaksananya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) secara menyeluruh guna mengakselerasi pemulihan ekonomi," tegas dia.

    OJK juga melakukan pemantauan dan asesmen terhadap perkembangan pandemi covid-19 serta meningkatnya tensi geopolitik global/regional untuk menakar dampaknya terhadap perekonomian dan sektor keuangan. Dalam situasi dan kondisi saat ini, OJK senantiasa mempersiapkan kebijakan preemptive dan forward looking serta mengeluarkan kebijakan tersebut secara tepat waktu.

    "OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh otoritas terkait dan segenap pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan," tutup Anto.  
     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id