Kantongi Izin OJK, Bank Neo Commerce Langsung Genjot Penambahan Nasabah

    Angga Bratadharma - 15 September 2021 10:33 WIB
    Kantongi Izin OJK, Bank Neo Commerce Langsung Genjot Penambahan Nasabah
    Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan. FOTO: Medcom.id



    Jakarta: PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) pada minggu lalu mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengimplementasikan fitur digital customer onboarding atau pembukaan rekening nasabah baru secara digital dalam aplikasi neo+. Izin tersebut siap dimaksimalkan untuk memacu bisnis di masa mendatang.

    Dengan kehadiran fitur ini, calon nasabah dapat dengan lebih mudah dan cepat membuka rekening BNC. Keseluruhan prosesnya dilakukan secara daring melalui tiga tahap di aplikasi neo+ yaitu isi data diri dan kata sandi, unggah KTP, dan terakhir proses verifikasi dengan unggah foto diri atau selfie yang kesemua prosesnya dilakukan hanya dalam dua menit

     



    Direktur Utama BNC Tjandra Gunawan mengatakan kehadiran layanan pembukaan rekening secara daring dalam aplikasi neo+ memudahkan calon nasabah. Diyakini layanan ini memberikan pengalaman baru bagi para calon nasabah dalam menggunakan layanan bank digital yang kini menjadi lebih mudah, nyaman, dan aman.

    "Kedepannya, kami tentu akan terus menyediakan inovasi-inovasi lanjutan besutan BNC untuk memenuhi kebutuhan," kata Tjandra, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 15 September 2021.

    Sebelumnya, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp132 miliar pada semester I-2021. Adapun penurunan laba bersih selama semester tersebut disebabkan transformasi perseroan menjadi bank digital.

    "Perseroan terus mengalokasikan belanja modal untuk investasi di sisi teknologi, pengembangan sumber daya, dan juga pengembangan aplikasi agar sesuai dengan kebutuhan pengguna, termasuk biaya promosi," klaim Tjandra Gunawan.

    Salah satu yang menyebabkan pencatatan rugi pada paruh pertama 2021 ini adalah beban operasional BNC yang meningkat sangat signifikan, yaitu dari Rp76 miliar per Juni 2020 menjadi Rp268 miliar per Juni 2021.

    "Salah satu faktor yang menjadi penggerak utama peningkatan biaya operasional adalah sejak satu tahun terakhir, setelah resmi mengumumkan transformasi menjadi bank digital, BNC aktif melakukan investasi khususnya di bidang teknologi dan keamanan digital yang merupakan sesuatu yang sangat penting yang harus BNC bangun secara serius," jelasnya.

    Selain faktor investasi di teknologi, kata Tjandra, penurunan laba bersih di semester I-2021 ini juga karena investasi di keamanan digital. "Sejalan dengan new digital user growth (pertumbuhan pelanggan bank digital), tentunya akan ada pos-pos biaya yang meningkat secara linear dengan pertumbuhan digital user kami tersebut," pungkasnya.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id