Rupiah Tertolong Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi IMF

    Husen Miftahudin - 28 Juli 2021 16:21 WIB
    Rupiah Tertolong Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi IMF
    Ilustrasi mata uang rupiah - - Foto: dok Medcom



    Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini akhirnya mengalami penguatan, meski tipis. Langkah Dana Moneter Internasional (IMF) yang mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2021 ini jadi musababnya.

    "Dana Moneter Internasional mempertahankan perkiraan pertumbuhan global 6,0 persen untuk 2021," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam siaran persnya, Rabu, 28 Juli 2021.

     



    Selain itu, lanjut Ibrahim, IMF juga meningkatkan prospek ekonomi untuk Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara maju lainnya. Namun demikian, IMF justru memangkas proyeksi untuk negara-negara berkembang yang mengalami kenaikan kasus infeksi covid-19, termasuk Indonesia.

    "IMF memangkas prediksinya untuk negara-negara lain yang menghadapi lonjakan jumlah kasus covid-19 yang melibatkan varian delta," paparnya.

    Dalam laporan World Economic Outlook terbarunya untuk edisi Juni 2021, IMF menyatakan bahwa negara-negara berkembang Asia mengalami penurunan peringkat terbesar di antara kawasan. Proyeksi pertumbuhan tahun ini dipangkas 1,1 poin persentase menjadi 7,5 persen.

    Untuk Indonesia, IMF mengoreksi ke bawah pertumbuhan ekonomi menjadi 3,9 persen untuk tahun 2021 ini, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada edisi April 2021 sebesar 4,3 persen. Sementara untuk tahun 2022, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,9 persen.

    Sementara itu, The Fed akan memberikan keputusannya di kemudian hari, dan Ketua Jerome Powell akan berbicara pada konferensi pers sesudahnya. Keputusan dan komentar Powell keduanya akan diteliti untuk petunjuk tentang garis waktu bank sentral untuk pengurangan aset dan kenaikan suku bunga.

    Data yang dirilis pada hari Selasa mengatakan indeks kepercayaan konsumen Conference Board (CB) AS untuk Juli adalah 129,1, level tertinggi dalam 17 bulan. Angka tersebut menunjukkan bahwa rencana pengeluaran rumah tangga meningkat bahkan di tengah tekanan inflasi.

    "Hal tersebut menunjukkan bahwa ekonomi AS mempertahankan pertumbuhan yang kuat saat kuartal ketiga berlangsung," jelas Ibrahim.

    Angka tersebut juga lebih tinggi dari 123,9 dalam perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan juga mengalahkan angka 128,9 pada bulan sebelumnya. "Investor sekarang menunggu data PDB kuartal kedua AS, yang akan dirilis pada hari Kamis," terang dia.

    Namun demikian, efek riak dari kekhawatiran tindakan keras Tiongkok baru-baru ini tetap ada. Tindakan keras terhadap teknologi dan sektor menguntungkan lainnya juga membuat kegugupan meluas ke pasar AS dan kehati-hatian menjelang keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve AS membuat mata uang dolar AS menguat.

    Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat ke level Rp14.488 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat tipis lima poin atau setara 0,03 persen dari posisi Rp14.493 per USD pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.

    "Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup menguat tipis lima poin walaupun sebelumnya sempat melemah 25 poin di level Rp14.487 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.492," ulas Ibrahim.

    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah stagnan di posisi Rp14.485 per USD. Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.498 per USD atau melemah sembilan poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.489 per USD.

    "Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.460 per USD hingga Rp14.520 per USD," pungkas Ibrahim.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id