comscore

Naik 24%, PP Presisi Cetak Laba Rp344 Miliar

M Ilham Ramadhan - 19 November 2021 16:03 WIB
Naik 24%, PP Presisi Cetak Laba Rp344 Miliar
Foto: Grafis Medcom.id
Jakarta: Laba usaha PP Presisi meningkat 24 persen year on year (yoy) menjadi sebesar Rp344 miliar pada akhir September 2021, dari sebesar Rp277 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan pendapatan sebesar 18,5 persen yoy dari Rp1,6 triliun menjadi Rp1,9 triliun.

"Peningkatan pendapatan ini tidak terlepas dari usaha percepatan proyek-proyek konstruksi yang dilakukan selama periode pelonggaran PPKM serta usaha peningkatan kinerja operasional jasa pertambangan nikel," ujar Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar dari siaran pers, Jumat, 19 November 2021.

 



Di samping kedua usaha tersebut, sambung Rully, peningkatan kinerja perseroan juga ditopang oleh kinerja ventura LMA pada proyek pembangunan Bandara Dhoho, Kediri, yang ikut menyumbang laba sebesar Rp64 miliar, sehingga mendorong perolehan laba bersih sebesar Rp107,4 miliar meningkat 114,4 persen yoy dari Rp50,1 miliar.

"EBITDA juga melesat menjadi sebesar Rp693,4 miliar meningkat 11,2 persen yoy dari Rp623,7 miliar," tambahnya.

Total aset meningkat sebesar 1,4 persen dari Rp6,9 triliun menjadi Rp7,0 triliun seiring dengan peningkatan aset lancar sebesar 4,6 persen dari Rp4,0 triliun menjadi Rp4,2 triliun, serta peningkatan investasi pada ventura bersama sebesar 123,9 persen dari Rp51,4 miliar menjadi Rp115,1 miliar.

Rully menuturkan, debt dapat dipertahankan pada level Rp2 triliun seiring dengan kebutuhan perseroan untuk pembiayaan capex pembelian alat berat yang digunakan untuk mendukung pertumbuhan perolehan proyek baru. Sementara itu, total ekuitas meningkat sebesar 3,1 persen dari Rp2,8 triliun menjadi Rp2,9 triliun.

"Selain berhasil meningkatkan kinerja operasional dan keuangan, margin laba usaha juga meningkat dari 17,4 persen menjadi 18,2 persen. Demikian juga ROA meningkat dari dari satu persen menjadi dua persen, dan ROE meningkat dari 2,4 persen menjadi 4,9 persen," tambah Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso.

Menurut Benny, ruang untuk melakukan leveraging masih terbuka sangat luas, karena rasio net debt to equity dapat dipertahankan di kisaran 0,8X. Terbukanya ruang leveraging yang besar menjadi sangat penting bagi pengembangan mining services nikel yang telah terbukti pada peningkatan kinerja perseroan.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id