Ada Penurunan Permintaan Energi, MedcoEnergi Merugi USD189 Juta

    Annisa ayu artanti - 01 Juni 2021 13:03 WIB
    Ada Penurunan Permintaan Energi, MedcoEnergi Merugi USD189 Juta
    MedcoEnergi mencatat kerugian pada kinerja 2020. Foto: Dok. MI



    Jakarta: PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) atau MedcoEnergi mencatat kerugian sebesar USD188,97 juta pada kinerja 2020. Rugi tersebut naik 394,73 persen dibandingkan rugi 2019 yang sebesar USD38,78 juta.

    Berdasarkan laporan keuangan, penurunan kinerja dipicu oleh penurunan pendapatan menjadi USD1,09 miliar dari perolehan pendapatan 2019 sebesar USD1,37 miliar. Pendapatan terbesar berasal dari kontrak pelanggan sebesar USD1,06 miliar dan pendapatan keuangan sebesar USD32,06 juta.

     



    CEO MedcoEnergi Roberto Lorato mengatakan penurunan kinerja tersebut disebabkan oleh pandemi covid-19 yang mengakibatkan penurunan permintaan energi.

    "Rendahnya permintaan energi akibat pandemi telah berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan tahun lalu," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 Juni 2021.

    Manajemen mencatat, EBITDA pada 2020 sebesar USD502 juta atau turun 20 persen dari 2019 yang dikarenakan permintaan gas dan harga minyak yang rendah.

    Adapun, pada tahun lalu harga minyak dan gas juga lebih rendah dari 2019. Harga minyak di 2020 yakni USD40,3 per barel atau 36 persen di bawah 2019 yang sebesar USD62,5 per barel. Sementara harga gas USD5,2 per mmbtu, lebih rendah 23 persen di bawah 2019 yang sebesar USD6,7 per mmbtu.

    Kendati demikian, perseroan mampu menyerap belanja modal migas sebesar USD144 juta untuk menyelesaikan proyek Meliwis di Jawa Timur dan pengeboran empat sumur eksplorasi yang berhasil di Natuna.

    Sedangkan untuk belanja modal ketenagalistrikan mencapai USD63 juta, yang digunakan untuk pengembangan CCPP Riau dan pengeboran eksplorasi geotermal Ijen.

    Kas dari operasi setelah belanja modal juga masih tercatat positif meskipun permintaan energi rendah dengan adanya pengurangan pengeluaran dan sinergi dengan Ophir. Kas dan setara kas tercatat sebesar USD446 juta.

    Sementara total aset perseroan mengalami penurunan menjadi USD5,9 miliar. Pada 2019, total asetnya mencapai USD5,99 miliar dengan rincian liabilitas USD4,68 miliar dan ekuitas USD1,21 miliar.

    "Dalam menyikapi keadaan luar biasa ini, kami segera melakukan adaptasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja, mendukung masyarakat di sekitar operasi dan menjaga likuiditas perusahaan," jelasnya.

    Lebih lanjut, Roberto juga menambahkan, perusahaan akan terus berusaha memperbaiki kinerja seiring dengan harga komoditas telah membaik pada 2021.

    "Kami akan tetap disiplin dan menjaga fleksibilitas untuk memanfaatkan pemulihan yang diharapkan," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id